PENGUATAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MADRASAH ALIYAH DI KUDUS

M. Ihsan

Abstract


Secara politis dan yuridis eksistensi madrasah sebagai lembaga pendidikan semakin kokoh dengan keluarnya Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 dan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003  beserta berbagai regulasi turunannya.  Satu sisi regulasi tersebut telah menghantarkan madrasah pada posisi setara dan sederajat bahkan sama dengan sekolah umum. Namun pada sisi lain kedudukan tersebut menghadapkan madrasah pada tantangan dan dilema yang sulit terutama bila dikaitkan dengan kondisi objektifnya. Dampak secara umum dari status baru tersebut, setidaknya menurut beberapa kalangan tertentu, adalah menurunnya kemampuan/penguasaan ilmu agama para lulusan madrasah. Model Penguatan Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan mengadopsi sistem pendidikan pesantren ini secara konseptual merupakan manifestasi dari divinity based education.  Secara teknis model ini mengadopsi konsep boarding school  dan/atau  full days school. Dengan konsep ini diharapkan tidak akan ada lagi kendala keterbasan waktu untuk proses pendidikan dan pembelajaran yang berorientasi pada kualitas. Karena dengan konsep ini pendidikan dan pembelajaran di MA tidak hanya dalam formal kurikulum tetapi juga hidden curriculum. Berangkat dari realitas objektif dan tipologi MA di Kudus, Model Penguatan Madrasah Aliyah Berbasis Pesantren sebagai model yang ditawarkan sebagai hasil dari penelitian ini dikelompokkan  ke dalam tiga model, yaitu: (1) Madrasah Pesantren (MP), (2) Madrasah Lingkungan Pesantren (MLP), dan (3) Madrasah Sistem Nilai Pesantren (MSNP).  Untuk implementasi tiga model tersebut bersifat alternatif sesuai dengan konteks dan kapasitas masing-masing MA.

 

From political and regulatory viewpoints, the existence of Madrasahs as educational institutions get stronger with the issue of Regulation No. 2 Year 1989 and Regulation No. 20 Year 2003 and their derivative regulations. On the one hand, the regulations have helped facilitate the madrasahs get equal footing with public schools – even to some enjoy equal status  with public schools – and on the other hand, this new position confronts madrasahs with the challenges due to the fact that many of them have inferior resources. Conceptually, this Islamic boarding-based madrasah model is manifestation of divinity based education concept. Technically, this model adopt concept boarding school and/or full-day school. With this model, it is hoped that there will no more limitation of time to offer quality teaching and education. This model will not only let the madrasahs offer formal curriculum but hidden curriculum as well. Departing from the objective realities and the typology of madrasah aliyah in Kudus, the Islamic boarding-based madrasah as a model offered in this study is classified into three different models, i.e. (1) Pesantren (Islamic boarding) madrasah, (2) Pesantren Environment Madrasah, (3) Pesantren Values System Pesantren. As to implement these models, it is suggested that the madrasah will choose either one of the three which suits best to their contexts and capacities.


Keywords


Penguatan; Pendidikan; Agama Islam; Madrasah

Full Text:

PDF

References


Al-Attas, Syed Muhammad Al-Naquib. Islam and Secularism (Kuala Lumpur: Muslim Youth Movement of Malaysia, 1978.

-----The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. Kuala Lumpur: Muslim Youth Movement of Malaysia, 1980.

Azra, Azyumardi. Paradigma Ba ru Pendidika n Na siona l; Rekonstruksi dan Demokra tisa si. Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2002.

----- Pendidikan Islam Tradisional dalam Transisi dan Modernisasi. Jakarta: Logos, 2003.

----- Surau: Pendidikan Islam Tradisional dalam Transisi dan Modernisasi Jakarta: Logos, 2003.

Bruinessen, Martin Van. Kitab Kuning Pesantren dan Tarekat: Tradisi-Tradisi Islam di Indonesia. Bandung: Mizan, 1995, 17. Paramadina, 1997.

Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesa ntren : Studi Tentang Pa ndangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES, 1994.

Fealy, Greg. (ed), Ahmad Suaedy (terjemahan) Tra disiona lisme Ra dika l : Persinggungan Nahdla tul Ulama – Nega ra . Yogyakarta : LKIS, 1997.

Guba, E. G. & Lincoln, Y. S., Effective evaluation,

H.A. Malik Fadjar dalam Kontekstualisasi Ajaran Islam 70 Tahun Munawir Sjadzal Jakarta: kerja sama IPHI dan Paramadina, 1995.

Kutoyo, Sri Sutjiatiningsih & Slamet. Sejarah Pendidikan Daerah Jawa Timur. Surabaya: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudyaan Daerah, 1986.

M. Sirozi, Politik Pendidika n; Dina mika Hubungan a ntara Kepentinga n Kekua sa an dan Pra ktik Penyelenggaraa n Pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2005.

Madjid, Nurcholis Bilik-Bilik Pesa ntren Sebuah Potret Perjala na n. Jakarta: Paramadina, 1977.

-----. Bilik-Bilik Pesantren. Jakarta: Paramadina,1997.

Mastuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren, Suatu Kajian Tentang Unsur dan Nilai Sistem Pendidikan Pesantren. Jakarta: INIS, 1994.

Moestopo, M.Habib. Kebudayaan Islam di Jawa Timur: Kajian Beberapa Unsur Budaya Masa Peralihan. Yogyakarta: Jendela, 2001.

Muhadjir, Noeng. Metodologi Penelitian Kualitatif . Yogjakarta: Rakesarasin, 2002.

-----. Metodologi penelitian kebijakan dan evaluation research. Yogyakarta: Rake Sarasin, 2002.

Muhaimin, et al., Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2002.

Mulkhan, Munir. Nalar Spiritual Pendidikan. Yogya: Tiara Wacana, 2002.

Nasution, Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Citra Aditya Bakti,1993.

Sayono, Joko.“Historiografi Pesantren: Perspektif Metodologis antara Ada dan Tiada”, Makalah, 2001.

Steenbrink, K. A., Pesantren madrasah sekolah: Pendidikan Islam dalam kurun modern. Jakarta, LP3ES, 1986.

Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung; Alfabeta,2005.

Sumber data Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus tahun 2010.

Supaat, Model transformasi Madrasah sebagai Sekolah Umum Berciri Khas Islam, 2009.

Wahid, Marzuki. Pesantren Masa Depan; Wa cana Pemberda yaa n da n Tra nsforma si Pesa ntren. Bandung: Pustaka Hidayah, 1999.

Zuhairini, dkk., Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 1995.

Zuhri, Saefuddin, Pendidikan Pesantren di Persimpangan Ja la n, dalam : Marzuki Wahid (ed), Pesanten Masa Depan”




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/edukasia.v13i1.3576

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed By:

http://journal.stainkudus.ac.id/indexing/19.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/4.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/17.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/5.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/16.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/20.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/22.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/9.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/13.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/8.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/12.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/21.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/indexing/3.jpg

 

 

Edukasia : Jurnal Penelitian Pendidikan Islam by Prodi Pendidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah STAIN Kudus is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.