Open Journal Systems

Muslim Puritan Dan Muslim Moderat (Pembacaan Terhadap Kedudukan Perempuan)

Munawir Munawir

Abstract

Muslim puritan -dengan semangat kembali pada al-Qur’an dan Sunnah- menjadikan Islam pada masa Nabi SAW sebagai model Islam yang otentik dan Final. Dengan pendekatan tekstualis, memahami Islam secara rigid sehingga tampilan yang bercampur dengan lokalitas (non-Arab) dianggap bervirus dan harus disterilisasi juga didetoksivikasi supaya murni kembali. Berbeda dengan muslim moderat, sekalipun sama-sama kembali pada al-Qur’an dan sunnah, mereka tidak menggunakan pendekatan tekstualis melainkan dengan kontekstualis bahkan filosofis. Islam pada masa Nabi SAW dipandang oleh muslim moderat sebagai Islam yang menyejarah dan berdialektika dengan sosio-kultur masyarakat, karenanya mereka memahami secara fleksibel. Tampilan Islam yang bercampur dengan unsur lokalitas setempat adalah sah-sah saja. Dengan pendekatan yang berbeda menyebabkan episteme ber-Islam kedua kelompok ini berbeda juga, sebagaimana tampak pada isu kedudukan perempuan. Hanya saja dalam panggung sejarah, kelompok muslim puritan seringkali menggunakan cara-cara kekerasan atas nama agama. Kajian di atas didasarkan pada kajian kesejarahan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif.

Keywords


puritan, moderat, wahabi, salafi, dan kedudukan perempuan

References


Fadl, Khalid M. Abou el-, Selamatkan Islam dari Muslim Puritan, terj. Helmi Mustafa, akarta: Serambi Ilmu Semesta, 2006.

--------------, Atas Nama Tuhan Dari Fikih Otoriter ke Fikih Otoritatif, terj. R. Cecep Lukman Yasin (Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2003).

--------------, “The Ugly Modern and The Modern Agly: Reclaiming The Beautiful in Islam”, Progressive Moslems: on Justice, Gender and Pluralism, Oxford: Oneworld, 2003.

Idahram, Syaikh, Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi, Jakarta: LKiS, 2013.

Ilyas, Hamim, “Akar Fundamentalisme dalam Perspektif Tafsir al-Qur’an”, dalam Agus Maftuh Abegebriel dan A. Yani Anshori Abeveiro, ed. Negara Tuhan The Thematic Encyclopedia (Yogyakarta: Multi Karya Grafika, 2004).

Al-Kirmani, Al-Kirmani Syarh Sahih al-Bukhari, Jilid III (Beirut: Dar Ihya’ al-Turas al-Arabi, 1991).

Mahendra, Yusril Ihza, “Fundamentalisme, Faktor dan Masa Depannya”, dalam Rekonstruksi dan Renungan Religius Islam, Jakarta: Paramadina, 1996.

Mudzhar, Atho’, Pendekatan Studi Islam (dalam Teori dan Praktek) (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002).

Najib, Agus Moh., “Gerakan Wahabi: Ajaran dan Metode Penyebaran”, dalam Yudian Wahyudi (ed.), Gerakan Wahabi di Indonesia (Yogyakarta: Nawasea Press, 2009).

Al-Nawawi, Sahih Muslim Bi Syarh al-Nawawi, Jilid X (Beirut: Dar al-Fikr, 1972).

Nurhakim, Moch., Islam Tradisi dan Reformasi, t.kp.: Bayumedia Publishing, 2003.

Rahman, Fazlur, Gelombang Perubahan dalam Islam; Studi tentang Fundamentalisme Islam, Jakarta: Rajawali Press, 2000.

Sindhunata, “Berfilsafat di Tengah Zaman Merebak Teror”, dalam Basis, No 11-12 tahun ke-53 November-Desember 2004.

Tibi, Bassam, Ancaman Fundamentalisme, terj. Imran Rasyidi, dkk., Yogyakarta: Tiara Wacana, 2000.

Al-Utsaimin, Fatawa al-Syaikh, Jilid I (t.kp.: t.p., t.th.).

Watt, William Montgomery, Fundamentaisme Islam dan Modernitas, terj. Taufik Adnan Amal, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997.

Yunanta, S., Gerakan Militan Islam di Indonesia dan di Asia Tenggara, Jakarta: Friedrich-Ebert-Stiftung kerjasama dengan The Ridep Institut, t.th.

Zahrah, Abu, Tarikh al-Madzahib al-Islamiyyah: Fi al-Siyasah wa al-‘Aqaid (t.kp.: Dar al-Fikr al-Arabi, t.th.).




DOI: 10.21043/fikrah.v5i1.2068

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.