Open Journal Systems

Abdul Karim Soroush: Pendekatan Hermeneutika dalam Membedakan Antara Teks dan Pemahaman Agama

Cahya Edi Setyawan

Abstract

Soroush menggugat sistem ‘wilayah al-faqih’ yang memberikan wewenang tunggal kepada ulama. Menurutnya, konsep wilayah faqih yang memberikan otoritas penuh kepada ulama merupakan peniruan dari ajaran Kristen yang memberikan hak penuh kepada para Bapa Gereja. Seharusnya agama menjadi alat untuk mensejahterakan masyarakat yang beragam dan modernis, bukan malah untuk melegitimasi suatu kelompok baik dalam bidang social kebudaya. Agama tidak boleh dijadikan alat untuk mengotorisasi, namun idealnya dijadikan alat untuk mensejahterakan masyarakat bawah. Dalam hermeutika tentang pemahaman agama Soroush berusaha memberikan pertimbangn kembali tentang status ideologi agama. Ketidakmampuan umat dalam mengembangkan pemikirannya dalam keislaman akibat dari sakralisasi dan legitimasi ideologi hasil pemikiran ulama terdahulu tentang urusan agama (fiqih, akidah, syariah, dsb).  Disamping itu pula, telah terjadi kerawanan pembajakan atas nama Tuhan untuk menghukumi sebuah perkara Negara. Dari sinilah Soroush mencetuskan teori penyusutan dan pengembangan agama sebagai metodologi dan menggulirkan konsep pemerintahan demokrasi agama (democratic religious government).

Keywords


Hermeneutika agama, penyusutan dan penyempita pemahaman agama.

References


Abdul Karim Soroush, The Evolution and Devolution of Religious Knowledge, dalam Charles Kurzman (ed), Liberal Islam: A Sourcebook, New York: Oxford University Press, 1998.

Abdul Karim Soroush, Reason, Freedom And Democracy in Islam: Essential Writings of Abdolkarim Soroush, Oxford University Press, 2000.

Abdul Karim Soroush, Tradition and Modernism, Papper on Seminary in Bahesty University, 2002.

Abdul Karim Soroush. Menggugat Otoritas Agama, (Bandung: Mizan), 2001 cet 1.

Badarussyamsi, Pemikiran Abdulkarim Soroush tentang Persoalan Otoritas Kebenaran Agama, Jurnal Studi Keislaman; Islamica; IAIN Sultan Thoha Jambi, Volume 10, Nomor 1, September 2015; p-ISSN: 1978-3183; e-ISSN: 2356-2218.

Forough Jahanbakhsh, Abdolkarim Soroush: New Revival of Religious Sciences, ISIM Newsletter, 8/01.

Heri Fadoil, Konsep Pemerintahan Religious dan Demokrasi Menurut Abdul Karim Soroush dan Ayatullah Khomaini, AL-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Volume 3, Nomor 2, Oktober 2013; ISSN 2089-0109

Haidar Bagir, “Potret Seorang Muslim liberal”, sebuah pengantar dalam Abdol Karim Soroush, Menggugat Otoritas dan Tradisi Agama, terj. Abdullah Ali (Bandung: Mizan, 2002).

Hossein Kamali, The Theory of Expansion and Contraction of Religion: A Sresearch Program for Islamic Revivalism (An Iranian Perspective), 1995.

Komarudin Hidayat dan M.W. Nafis, Agama Masa Depan: Perspektif Filsafat Perenial, Jakarta: Gramedia, 2003.

Mahmoud Sadri, Sacral Defense of Secularism: The Political Theologies of Soroush, Shabestari and Kadivar, International Journal of Politics, Culture and Society, Vol 15, No 2, Winter 2001.

http//www.drsoroush.com/English/On_drsoroush/E-CMO-19950200-1. Html,

http://www.drsoroush.com/English/By_DrSoroush/E-CMB-19980409-religious_PluralismKadivar-Soroush_Debate.html.




DOI: 10.21043/fikrah.v5i1.2258

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.