Open Journal Systems

Membangun Harmoni Melalui Pernikahan Beda Agama (Studi Pemikiran Sayyid sabiq)

Lathifah Munawaroh

Abstract

Indonesia dengan masyarakat yang mejemuk dan beragama dengan enam agama yang diakui pemerintah menjadikan Negara ini sering rawan dan sensitive dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan keagamaan. Disharmoni antara agama sering nyata kita lihat, bahkan sering kali dalam tataran permusuhan yang tidak berujung. Menjaga perdamaian dengan menempuh upaya-upaya harmonisasi antar umat beragama adalah tugas tiap masyarakat Indonesia yang beragama. Salah satu hal yang menjadikan disharmonisasi antara umat beragama adalah masalah pernikahan beda agama di Indonesia. Hal ini dikarenakan pernikahan beda agama di Indonesia masih menjadi polemic dan permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian bagi semua. Ini terjadi karena para ulama’ yang telah mengeluarkan fatwanya hingga kemudian itulah yang menjadi dasar hukum undang-undang. Sementara padahal, ada ijtihad dari ulama’ kontemporer yang membolehkannya, Sayyid Sabiq salah satunya. Tulisan ini bertujuan menganalisis pemikiran Sayyid Sabiq dalam masalah pernikahan beda agama demi terciptanya hubungan yang harmonis antara umat beragama.

Keywords


harmonisasi, hukum Islam, hukum perkawinan, perkawinan beda agama, Sayyid Sabiq

References


Adlani, Nasri. (1997). Himpunan Fatwa Majlis Ulama Indonesia, Jakarta: MUI.

Al-Asqalani, Ibnu Hajar. (1379 H). Fath al-Bari, Beirut: Dar al Ma’rifah, jilid 9.

Dahlan, Abdul Aziz. (1997). Ensiklopedi Hukum Islam, Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve, Jilid 5.

Al-Dasuqi, Muhammad bin Ahmad. (t.t). Hasyiyat al-Dasuqi, Beirut: Dar al-Fikr.

Herdinan, Andrian. (2016). Perkawinan Beda Agama Menurut NU, Skripsi pada Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Sunan Kalijaga.

Husni, Zaenul Muin. (2016). Pernikahan Beda Agama Dalam Perspektif al-Quran dan Sunnah Serta Problematikanya, jurnal al-Turas, Vol. 2, No. 1.

Ibnu Qudamah, Abdullah bin Muhammad bin Ahmad. (1968). al-Mughni, Cairo: Maktabah al-Qahirah, jilid 7.

Al-Kasani, Abu Bakar bin Mas’ud. (1986). Bada’I al-Shana’I, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, jilid 2.

Lela, Ana. Shifa, K I R., Muthi’ah K. (2016). Fikih Perkawinan Beda Agama Sebagai Upaya Harmonisasi Agama: Studi Perkawinan Beda Agama di Jember. Jurnal Fikrah, Vol. 4 No. 1

Majalah Al Bayan. (1421 H), edisi 151.

Al-Nawawi, Yahya bin Syaraf. (2005). Minhaj al-Talibin, Beirut: Dar al-Fikr, cet.1.

Nurcholish, Achmad. (2012). Menjawab 101 Masalah Nikah Beda Agama, Yogyakarta: Penerbit Harmoni Mitra Media & ICRP.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Dokumen Himpunan Putusan Majlis Tarjih Muhammadiyah 22 di Malang Jawa Timur.

Sabiq, Sayyid. (1990). Fiqh al-Sunnah, Cairo: Dar al-Bayan li al-turats, jilid 2.

Al-Sabuni, Muhammad Ali. (1980). Rawa’I al-Bayan fi Tafsir Ayat al-Ahkam, Beirut: Maktabah al-Ghazali, jilid 1.

Wahyuni, Sri. (2010). Kontroversi Perkawinan Beda Agama di Indonesia, Jurnal Hukum Islam (JHI), Vol. 8, No. 1.

Al-Zuhaili, Wahbah. (1996). al-Fiqh al-Islamiy wa adillatuhu, Beirut: Darul Fikri, jilid 7.




DOI: 10.21043/fikrah.v5i1.2307

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.