Hubungan Peran Keluarga dan Kontrol Diri dengan Perilaku Membolos Siswa

Rini Rini, Muslikah Muslikah

Abstract


Fenomena perilaku membolos dapat dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Remaja yang seharusnya belajar dan mempersiapkan diri untuk masa depan justru terlibat dalam perilaku menyimpang salah satunya yaitu perilaku membolos. Perilaku membolos harus segera ditangani karena dapat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara peran keluarga dan kontrol diri dengan perilaku membolos siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan sampel sejumlah 111 siswa kelas X dan XI. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan teknik analisis data yaitu regresi berganda. Hasil uji data pada penelitian ini didapatkan p-value sebesar 0,016 dengan signifikansi 0,016<0,05 menunjukkan bahwa adanya hubungan antara peran keluarga dan kontrol diri dengan perilaku membolos. Selanjutnya diperoleh hasil koefisien determinasi sebesar 0,271, yang menunjukkan bahwa variabel bebas yaitu peran keluarga dan kontrol diri memiliki hubungan sebesar 27% dengan perilaku membolos. Dari hasil tersebut konselor sekolah dapat memberikan layanan bimbingan dan  konseling di bidang pribadi maupun sosial yang dapat diterapkan baik dengan layanan klasikal, bimbingan kelompok atau konseling kelompok. Serta meningkatkan kerjasama dengan pihak keluarga untuk mengoptimalkan perkembangan peserta didik.

Kata kunci: perilaku membolos; kontrol diri; peran keluarga.

Full Text:

PDF

References


Arianti, Risky. (2017). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Membolos Peserta Didik Kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama Negeri 13 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2016/2017. Skripsi. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Asep, Jihad, dkk. (2010). Pendidikan Karakter Teori dan Aplikasi.Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan dan Menengah Kementrian Pendidikan Nasional.

Damayanti, Fenny Annisa. (2013). Studi Tentang Perilaku Membolos pada Siswa SMA Swasta di Surabaya. Jurnal BK UNESA. Vol. 03. No. 01. 454-461

Hulukati, Wenny. (2015). Peran Lingkungan Keluarga Terhadap Perkembangan Anak. MUSAWA. Vol. 7. No. 2: 265-282.

Ghufron, M. Nur dan Rini Risnawati, S. (2014). Teori-Teori Psikologi. Yogyakarta: Ar-Ruz media

Nikmah. (2016). Peranan Orangtua dalam Membimbing Anak untuk Melaksanakan Sholat Lima Waktu di Lingkungan Pasar Kahayan Palangka Raya (Studi Terhadap Lima Kepala Keluarga yang Berprofesi sebagai Pedagang). Skripsi. Palangka Raya: Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya.

Olivia, Redita Fitri. (2017). Hubungan Antara Kontrol Diri dengan Perilaku Membolos Siswa Kelas X SMKN 1 Ngasem Kediri Tahun Ajaran 2016/2017. Skripsi. Universitas Nusantara PGRI Kediri.

Reid, Ken. (2003). Truancy and Schools. Retrieved From http://www.gen.lib.rus. Diunduh tanggal 13 Januari 2019.

Prayitno dan Erman Amti. (2015). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sari, Novi Kartika. (2016). Hubungan Antara Peran keluarga dengan Kecenderungan Perilaku Delinkuen pada Remaja. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Yusuf LN, Syamsu. (2009). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/konseling.v4i1.7415

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed By:

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.