Pemetaan Masalah Belajar Siswa SMK Negeri 3 Yogyakarta Dan Penyelesaiannya (Tinjauan Srata Kelas)

Hasan Bastomi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemetaan masalah belajar siswa SMK Negeri 3 Yogyakarta dan penyelesaiannya ditinjauan dari srata kelas. Penelitian tentang masalah belajar siswa ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kulitatif dengan metode survey dengan jumlah sampel 292 untuk taraf kesalahan 5%. Instrumen yang digunakan dalam mengungkap masalah belajar siswa adalah instrumen non tes daftar cek masalah (DCM) dan angket terbuka cara menyelesaikan masalah kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMK Negeri 3 Yogyakarta mengalami masalah belajar denga prosesntase lebih dari 90% dengan kelas XII mengalami masalah belajar terbesar dengan prosesntase 96%, siswa kelas XI sebesar 95% dan siswa kelas X sebesar 92%. Fektor penyebab masalah belajar pada siswa SMKN 3 Yogyakarta adalah kurangnya kemampuan siswa untuk memanajemen waktu, perkembangan teknologi sehingga waktu belajar dihabiskan untu bermain game dan media social, serta padatnya jam belajar siswa SMK. Penyelesaian masalah belajar yang dilakukan siswa SMKN 3 Yogyakarta terdapat berbagai gaya penyelesaian masalah antara lain; berusaha menyelsaikan masalah, mencari dukungan sosial,dengan agama dan penyelesaian tidak produktif.

Kata Kunci: Masalah, Belajar, Penyelesaian

Abstract

Mapping Of Problem Learning Problem Vocational School 3 Yogyakarta And Its Completion (Class Srata Review). This study aims to uncover the mapping of students' learning problems at SMK Negeri 3 Yogyakarta and their resolution is reviewed from the classroom. Research on student learning problems was conducted using a qualitative approach with a survey method with a sample size of 292 for an error rate of 5%. The instrument used in uncovering student learning problems is a non-test instrument check list problem (DCM) and an open questionnaire for how to solve problems then analyzed with descriptive analysis. The results showed that students of SMK Negeri 3 Yogyakarta experienced learning problems with a process of more than 90% with class XII having the biggest learning problems with a process of 96%, class XI students at 95% and class X students at 92%. The factors that cause learning problems in SMKN 3 Yogyakarta students are the lack of students' ability to manage time, technological development so that learning time is spent playing games and social media, as well as the tight hours of study of SMK students. Learning problem solving by students of SMKN 3 Yogyakarta there are various styles of problem solving including; trying to solve problems, seek social support, with religion and unproductive solutions.

Keywords: Problems, Learning, Settlement

Full Text:

PDF

References


Amti, E., & Marjohan. (1991). Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Depdibud.

Arifin, M. (1976). Pokok-Pokok Pikiran Tentang Bimbingan dan Penyuluhan Agama di Sekolah dan Luar Sekolah. Jakarta: Bulan Bintang.

Dalyono. (1997). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Djumhur, L., & Surya, M. (1978). Bimbingan dan Penyuluhan diSekolah Guidance and Conseling. Bandung: Ilmu.

Gagne, R. M. (1997). Kondisi Belajar dan Teori Pembelajaran (Munandir, Trans.). Jakarta: Depdikbud Dirjen Pendidikan Tinggi.

Garry, R., & Kingsley, H. L. (1970). The Nature and Conditions of Learning. New York: Prentice-Hall.

Gunarsa, S. (1988). Psikologi untuk Membimbing. Jakarta: Gunung Mulia.

Hamalik, O. (2005). Metode Belajar dan Kesulitan—Kesulitan Belajar. Bandung: Tarsito.

Irawan, P. (2007). Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: Departemen Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Madhal, H. (2008). Hadits BKI. Yogyakarta: Amanah.

Nirwana, H. (2002). Belajar dan Pembelajaran. Padang: FIP UNP.

Paimun. (2008). Bimbinan dan Konseling. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Prayitno, E. (1992). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Depdiknas.

Sudjana, N. (2005). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sukardi, D. K. (1995). Proses Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Syafni, E. (2012). Laporan Praktek Lapangan Kependidikan. Lintau Buo.

Syahril, & Riska, A. (1986). Pengantar Bimbinga Dan Konseling. Padang: Angkasa Raya.

Tim Satgasus 3SCPD. (1997). Seri Latihan Keterampilan Belajar. Padang: Depdikbud.

Walgito, B. (1989). Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Yogyakarta: Andi Offset.

Winkel, W. S. (2005). Bimbingan dan konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Media Abadi.

Woolfolk, A. E. (1995). Educational Psychology. New York: Allyn & Bacon.

Yusuf, S., & Nurihsan, A. J. (2006). Landasan Bimbingan & Konseling. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wawancara dengan Budi Sungkowo (kesiswaan). Dilaksanakan pada hari Jumat, 16 April 2015 pada pukul 14.00.

Wawancara dengan Eko Mulyadi (pembina OSIS). Dilaksanakan pada hari Jumat, 16 April 2015 pada pukul 15.00.

Wawancara dengan Muhammad Wiharto (Guru PAI). Dilaksanakan pada hari Kamis, 16 April 2015 pada pukul 09.00.




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/konseling.v4i1.7418

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed By:

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.