Sekularisasi Kesadaran Dan Penafsiran Ulang Doktrin-Doktrin Agama

Abdulloh Hanif

Abstract


Abad Modern memunculkan faham sekular. Agamawan khawatir akan semakin tersingkirnya agama dari kehidupan masyarakat. Penelitian membuktikan sekularisasi telah merevolusi agama masyarakat dengan tradisi yang mereka bawa. Turas (tradisi) dalam konteks ini adalah dogma, yaitu sesuatu yang memiliki kebenaran dan berdasar dari teks agama, dapat berupa teks itu sendiri atau hasil pemikiran. Untuk menjunjung turas sebagai dogma dalam dunia modern, ia harus mengalami proses sekularisasi. Dalam arti turas harus dipandang hidup bersama masyarakat dan menyejarah. Turas bukanlah unsur transenden yang lepas dari kehidupan masyarakat. Hassan Hanafi dan Khaled Abou el-Fadl menerima sekularisasi dan mengusungnya untuk merevisi pemaknaan turas dengan menggunakan tiga pendekatan dalam pembacaannya yaitu: revolusi, transendensi, dan Hermeneutika. Sekularisasi bukanlah pembuangan dogma agama tetapi merekonstruksi makna yang sesuai.

Abstract

The Modern Age gave rise to secular ideology. Religionists got worry about religion that is getting out of the community of life. Research proves that secularization has revolutionized the religion of society with the traditions they carry. Turas (tradition) in this context is dogma, that is, something that has the truth and is based on religious texts. It can be either the text itself or the thought. In order to appreciate Turas as a dogma in the modern world, it must undergo a process of secularization. In this case, turats should be viewed live with the community and historic. Turas is not a transcendent element apart from the life of society. Hassan Hanafi and Khaled Abou el-Fadl received secularization and led him to revise the meaning of tura by using three approaches in reading turats, revolutions, transcendence, and hermeneutics. Secularization is not the abandonment of religious dogma but it reconstructs the appropriate meaning.


Keywords


Dogma, Secularization, Turats, History, Transcendence, Hermeneutic

Full Text:

PDF

References


Abraham, M. F. (1991). Modernisasi di Dunia Ketiga. (M. R. Karim, Ed.). Yogyakarta: Tiara Wacana.

Al Jabiri, M. ’Abed. (2000). Post-Tradisionalisme Islam. (A. Baso, Ed.). Yogyakarta: Lkis.

Al Jabiri, M. ’Abed. (2003a). Formasi Nalar Arab. (I. Khoiri, Ed.). Yogyakarta: IRCiSoD.

Al Jabiri, M. ’Abed. (2003b). Kritik Kontemporer Atas Filsafat Arab-Islam. (N. Ichwan, Ed.). Yogyakarta: Islamica.

Alles, G. D. (2008). Religious Studies: A Global View. London: Routledge.

Amstrong, K. (2002). Islam: A Short History. New York: Modern Library.

An Naim, A. A. (2008). Islam and the Secular State: Negotiating the Future of Shari’a. Massachusetts: Harvard University Press.

Berger, P. L. (2003). Kebangkitan Agama Menantang Politik Dunia. Yogyakarta: Ar-Ruzz.

Daftary, F. (2002). Tradisi-tradisi Intelektual Islam. Jakarta: Erlangga.

Donohoue, J. J., & Esposito, J. L. (1995). Islam dan Pembaharuan: Ensiklopedi Masalah-masalah. (M. Husein, Ed.). Jakarta: Rajawali Press.

Durkheim, E. (2003). the Elementary Forms of The Religious Life. (I. R. Muqir, Ed.). Yogyakarta: IRCiSoD.

Fadl, K. M. A. el-. (2004). Atas Nama Tuhan: Dari Fikih Otoriter Ke Fikih Otoritatif. (C. L. Yasin, R, Ed.). Jakarta: Serambi.

Fairweather, A. . (2006). Aquinas on Nature and Grace: Selection From the Summa Theologica. Louisville: Westminister Knox Press.

Fraenkel, C. (2012). Philosophical Religions From Plato to Spinoza: Reason, Religion and Autonomy. Cambridge: Cambriedge University Press.

Greeley, A. M. (1982). AgamaL Suatu Teori Sekuler. Jakarta: Erlangga.

Hanafi, H. (2003). Bongkar Tafsir: Liberalisasi, Revolusi, Hermeneutik. (H. Firdaus & N. Meuthia, Ed.). Yogyakarta: ar-Ruzz.

Hanafi, H. (2011). The Revolution of The Transcendence. Kanz Philosophia, 1.

Madjid, N. (1997). Masyarakat Religius. Jakarta: Paramadina.

Madjid, N. (1999). Islam Kemodernan dan Keindonesiaan. Bandung: Mizan.

Masruri, M, H. (2010). Otoritarianisme dalam Beragama Pembacaan Hermeneutik Atas Jurisprudensi Islam Ala Khaled Abou El-Fadl. Harmoni, IX.

Meijer, R. (2009). Global Salafism: Islam’s New Religious Movement. London: Hurst & Company.

Pals, D. L. (1996). Seven Theories of Religion. New York: Oxford University Press.

Rahman, F. (2001). Kebangkitan dan Pembaharuan di Dalam Islam. (Munir, Ed.). Bandung: Penerbit Pustaka.

Rahman, F. (2003). Revival and Reform in Islam: A Study of Islamic Fundamentalism. Oxford: Oneworld.

Ro’uf, A. M. (2010). Metode Pembacaan Turats Arab-Islam Perspektif Muhammad Abid Al Jabiri. Ulumuna, XIV.

Sirry, M. (2015). Tradisi Intelektual Islam: Konfigurasi Sumber Otoritas Agama. Malang: Madani.

Smith, G. (2008). A Short History of Secularism. London: I.B.Tauris.

WIjaya, A. (2004). Menggugat Otensitas Wahyu Tuhan: Kritik ATas Nalar Tafsir. Yogyakarta: Safiriaa Insania PRess.




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/fikrah.v5i1.1960

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Fikrah : Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan
Published by Faculty of Ushuluddin
Sekolah Tinggi Agama Islam Kudus, Indonesia
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Phone: +62291-432677
Website: http://stainkudus.ac.id/
Email: ushuluddin@stainkudus.ac.id

ISSN: 2354-6174 | EISSN: 2476-9649

Creative Commons License
Fikrah Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan by Prodi Ilmu Aqidah Jurusan Ushuluddin STAIN Kudus is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.