Studi Kritis atas Transmisi dan Otoritas Keagamaan di Media Sosial

Moh Muhtador

Abstract


The development of social media raises a problem related to social change authorities such as thinking paradigms, social behavior, and religious models. This article aims to criticize the development of religious teachings found on social media. The method used is descriptive-critical by using the authority theory Abou El Fadl to assess and analyze the development of religious models in social media while transmission theory to find the authenticity of religious teachings. The result is known that the development of religious models on social media does not display scientific transmission. Religious developments that exist in social media tend to be textual-dogmatic in style, thus impacting on a stagnant religious attitude. The importance of this article is to provide a critical review of the development of religious knowledge found on social media. The critical study lies in the aspect of substance (material) or aspects of transmission (narrator). The authenticity and the development of religious teachings on social media can be known.

Keywords


Transmission criticism, social media, religious authority

Full Text:

PDF

References


Ali, A., & Muhdlo, A. Z. (1996). Kamus Kontemporer Arab-Indonesia. Yogyakarta: Multi Karya Grafia.

Atabik, A. (2015). Sunnah Nabi ( Studi atas Teori Common link dan Sanggahan Terhadapnya ). Jurnal Riwayah, 1(2), 223–248.

Azami, M. M. (1992). Metodologi Kritik Hadis. Bandung: Pustaka Hidayat.

Azami, M. M. (1994). Hadis Nabawi dan Sejarah Kodifikasinya (terj). Jakarta: Pustaka Firdaus.

Cahyono, A. S. (2016). Anang Sugeng Cahyono, Pengaruh Media Sosial Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat di Indonesia. PUBLICIANA: Jurnal ilmu sosial dan ilmu politik diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Tulungagung, 9(1), 140–157.

Falah, L. N. (2004). Peran Facebook sebagai Media Komunikasi Dakwah Group Jama’ah Muslimin (Hizbullah). 2016, 1(1).

Farida, U. (2013). Studi Pemikiran Fazlur Rahman tentang Sunnah dan Hadis. Jurnal Addin, 7(2), 223–248.

Graham, G. (1999). The Internet: A Philosophical Inquiry. London: Loutledge.

Halwati, U. (2013). Analisis Foucault Dalam Membedah Wacana Teks Dakwah di Media Massa. AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam, 1(1).

Ichwan, M. N. (2016). MUI, Gerakan Islamis dan Umat Mengambang. Ma’arif, 11, 87–104.

Idris. (2015). Efektifitas Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam, 14(2), 175–190. http://doi.org/10.1073/pnas.101304298

Iqbal, A. M. (2013). Agama dan Adopsi Media Baru: Penggunaan Internet oleh Gerakan Salafisme di Indonesia. Jurnal Kolmunikasi Indonesia, 2(2), 77–87. http://doi.org/10.7454/jki.v2i2.7834

Jinan, M. (2012). New Media dan Pergeseran Otoritas Keagamaan Islam di Indonesia. Jurnal Lektur Keagamaan, 10(1), 181–208. http://doi.org/10.31291/jlk.v10i1.178

Jinan, M. (2013). Intervensi New Media dan Impersonalisasi Otoritas Keagamaan di Indonesia. Jurnal Komunikasi Islam, 3(2), 321–348. http://doi.org/10.15642/jki.2013.3.2.%25p

Khaled, A. E. F. (2003). Atas Nama Tuhan. Jakarta: Serambi.

Khatib, M. A. (1981). as Sunnah Qabla Tadwin. Beirut: Dar al Fikr.

Mas’udi. (2013). Peran Media dalam Membentuk Sosio-Kultural Agama masyarakat (Menggagas Prinsip-prinsip Etis dalam Jurnalistik). Al Tabsyir, 1(Komunikasi Penyiaran Islam).

Muafiah, E. A. . (2013). Pendidikan Perempuan di Pondok Pesantren. Jurnal Nadwa; Pendidikan Islam, 7(1).

Muh Kamim, A. B. (2017). Sikap Media Daring Dalam Kontestasi Pilkada DKI 2017 ( Analisis terhadap Sikap Media Daring dalam Isu Dugaan Penghinaan Kitab Suci Al- Qur ’ an oleh Cagub Ahok dalam Rentang Pemberitaan 5 Oktober S.D 20 Oktober 2016. Jurnal komunikasi, 11(2), 189–200.

Muhtador, M. (2015). Hadis-hadis misoginis dalam perspektif gender dan hermeneutika (studi hadis tentang perempuan dalam keluarga). Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Muhtador, M. (2016). Sejarah Perkembangan Metode dan Pendekatan Syarah Hadis. Jurnal Riwayah Ilmu Hadis, 2(2), 259–272.

Muhtador, M. (2017a). Analisis Gender : Membaca Perempuan Dalam Hadis Misoginis ( Usaha Kontekstualisasi Nilai Kemanusiaan ). Jurnal Buana Gender, 2(1). http://doi.org/10.22515/bg.v2i1.783

Muhtador, M. (2017b). Gagasan Riffat Hasan tentang Kritik Gender atas Hadis Misoginis, 2(2), 259–274. http://doi.org/10.18326/millati.v2i2.259-274

Muhtador, M. (2018a). Memahami Hadis Misoginis dalam Perspektif Hermeneutika Produktif Hans Gadamer. Diya al-Afkar: Jurnal Studi al-Qur’an dan al-Hadis, 6(2).

Muhtador, M. (2018b). Pergulatan otoritas dan otoritarianisme dalam penafsiran (pembacaan hermenuetis khaled abou el fadl). QOF: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir, 2(1).

Muslim, I. (1988). Shahih Muslim. Beirut: Dark Fikr.

Muttaqin, A. (2012). Agama dalam representasi ideologi media massa. Jurnal Komunika, 6(2).

Naim, M. A. (2017). Hoaks Sebagai Konstruksi Sosial Untuk KEpentingan Politik Praktis dalam Pilgub DKI Jakarta. Jurnal Darussalam, 8(2).

Nasrullah, R. (2016). Meme dan Islam: Simulakra Bahasa Agama di Media Sosial. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 10(1), 113–128.

Nuruddin. (2003). Komunikasi Massa. Malang: Cespur.

Pamungkas, B. A., & Zuhroh, S. (2016). Pengaruh Promosi di Media Sosial dan Word of Mouth terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus pada Kedia Bontacos, Jombang). Jurnal Komunikasi, 10(2).

Rajab, M. (2014). Dakwah dan tantangannya dalam media teknologi komunikasi. Jurnal Dakwah Tabligh2, 15(1), 69–90.

Rumadi. (2012). Islam dan Otoritas Keagamaan. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 20(1).

Rusli. (2013). Peran Teknologi Informasi dalam Aktivitas Da’wah. Jurnal al Misbah, 9(1), 73–81. http://doi.org/10.5614%2Fsostek.itbj.2017.16.1.8

Saehudin, A. (2015). Kedudukan Sanad (Transmisi Hadis Nabi Saw) Menurut Para Ulama Klasik. Jurnal Holistic, 1(1), 57–70. http://doi.org/10.5281/ZENODO.1341642

Saputra, E. (2016). Dampak Sosial Media terhadap Sikap melalui Pendidikan Agama Islam. Jurnal SOSISO-E-KONS, 8(2), 160–168.

Syahputra, I. (2016). Agama di Era Media: Kode Religius dalam Industri Televisi Indonesia. ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 17(1), 125. http://doi.org/10.14421/esensia.v17i1.1283




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/fikrah.v6i2.2765

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan is published by

Prodi Aqidah dan Filsafat Islam IAIN Kudus incorporate with

Asosiasi Aqidah dan Filsafat Islam.

Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Phone: +6285648082247 or +6282331050629
Website: http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/fikrah
Email: fikrah@stainkudus.ac.id

ISSN: 2354-6174 | EISSN: 2476-9649

Creative Commons License
Fikrah Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan by Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Jurusan Ushuluddin IAIN Kudus is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.