Post-Truth, Hoax, dan Religiusitas di Media Sosial

Ulya Ulya

Abstract


This paper discusses the phenomenon of community religiosity in an era of post-truth that is thick with hoaxes. Post-truth is an era marked by the exclusion of truth and emotion into the motives of action. The rise of internet technology has actually enabled the public to freely convey their ideas, feelings, personal beliefs through social media. Critical discourse method is used to reveal the extent of the impact of hoax for the community while providing alternative solutions. Increasing tensions in the community, religious and community radicalism which are essential are the findings of this paper. Building a social life - diversity that has a mission in the midst of an era like this is very much needed by developing a tradition of religious communities that are aware that real public space cannot be replaced by virtual public space, seeing information based on logic, ethics, and use; examine each information critically, and be open.

Keywords


Post truth, hoax, online social media, religiosity

Full Text:

PDF

References


Abuddin, N. (1998). Metodologi Studi Islam. Jakarta: Rajawali Press.

Adi, A. (2017). Hampir 100 persen Penduduk Pindah Agama Islam Menjadi Kristen. www.nahimunkar.org.

Adlina, A. U. (2018). Agama dalam Dimensi Politik dan Spiritualitas (Analisis terhadap Akun @persatuan_pribumi). Jurnal Smart: Studi Masyarakat, Religi dan Tradisi, 4(1), 93–110.

Astuti, Y. D. (2009). Hubungan Antara Religiusitas dengan Gaya Penjelasan pada Mahasiswa Muslim. Psikologika.

Aviyah, E. & M. F. (2014). Religiusitas, Kontrol Diri dan Kenakalan Remaja. Jurnal Psikologi Indonesia, 3(2).

Badara, A. (2012). Wacana, Teori, Metode dan Penerapannya pada Wacana Media. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Deal, W., & Beal, T. K. (2004). Theory for Religion Studies. New York: Routledge.

Fauzi, A., & Syaitullah, A. (2017). Fenomena Post-Truth di Era Keterbukaan Informasi. www.indonesiabaik.id.

Fayumi, B. (2016). Selektif itu Mesti. http://www.noor-magazine.com/2016/02/selektif-itu-mesti/.

Haryatmoko. (2018). Era Post-Truth: Hoaks, Emosi Sosial dan Populisme. www.youtube.com.

Hidayah, N. (2018). Siskamling Digital: Melawan Intoleransi Melalui Gerakan Anti Hoaks. Ar-Risalah, 16(2).

Istriyani, R., & Widiana, N. H. (2016). Etika Komunikasi Islam dalam Membendung Informasi Hoax di Ranah Publik Maya. Jurnal Ilmu Dakwah, 36(2), 288–315.

Juditha, C. (2018). Interaksi Komunikasi Hoax di Media Sosial serta Antisipasinya Hoax Communication Interactivity in Social Media and Anticipation, 3(1), 31–44.

Khoeroni, F. (2017). Mengcounter Hoax Melalui Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Islam. Quality, 5(2), 386–402.

Kholiludin, T. (2018). Politik di Era Post-Truth. http://elsaonline.com/politik-di-era-post-truth.

Kuntoro. (2008). Analisis Wacana Krtisi, Teori Van Dijk dalam Kajian Teks Media Massa. Leksika, 2(2).

Lewandowsky, S. (2017). Beyond Misininformation: Understanding and Coping The Post-Truth Era. Journal of Applied Research in Memory and Cognition, 6(6).

Manser, M. H. (1996). Oxford Learner’s Pocket Dictionary. Oxford: Oxford uiversity Press.

Masyarakat Telematika Indonesia. (2017). Hasil Survey Mastel Tentang Wabah Hoax Nasional.

Maulana, L. (2017). Kitab Suci dan Hoax: Pandangan Alquran dalam Menyikapi Berita Bohong. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya, 2(2), 209. http://doi.org/10.15575/jw.v2i2.1678

Mayasari, R. (2014). Religiusitas Islam dan Kebahagiaan (Sebuah Telaah dengan Perspektif Psikologi). Al-Munzir, 7(2).

Menoh, G. A. B. (2014). Religiusitas Bangsa Sebagai Hasil Penalaran Publik Agama-agama di Indonesia (diteropong dari perspektif Filsafat Politik Jurgen Habermas). Waskita: Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 2(1).

Naim, M. A. (2017). Hoaks Sebagai Konstruksi Sosial Untuk KEpentingan Politik Praktis dalam Pilgub DKI Jakarta. Jurnal Darussalam, 8(2).

Pakpahan, R. (2017). Analisis Fenomena Hoax diberbagai Media Sosial dan Cara Menanggulangi Hoax. Jurnal Ilmu Sosial dan Teknologi, 479–484.

Pamungkas, I. (2014). Pengaruh Religiusitas dan Rasionalitas dalam MEncegah dan Mendeteksi Kecenderungan Kecurangan Akuntansi. Jurnal Ekonomi dan Bisnis FE Universitas Pekalongan, 15(2).

Rahadi, D. R. (2012). Perilaku Pengguna dan Informasi Hoax di Media Sosial. Jurnal Manajemen&Kewirausahaan, 5(1), 58–70.

Silalahi. (2018). Karakteristik Strategi Crowdsourcing untuk Membatasi Penyebaran Hoaks di Indonesia. Metacommunication: Journal of Communication Studies, 2(2).

Sismundo, S. (2017). Pos-Truth. Journal of Social Studies of Science, 47(1).

Soroush, A. K. (2001). Jenis-jenis Religiusitas. al-Huda, 2(4).

Sugiharto, I. B. (2002). Foucault dan Postmodernisme. Basis, 51(1).

Tibi, B. (1991). Islam Kebudayaan dan Perubahan Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Wach, J. (1952). The Comparative Study of Religions. Chicago: University of Chicago Press.

Wahyudin, Pradisti, L., Sumarsono, & Zulaikha, S. (2013). Dimensi Religiusitas dan Pengaruhnya Terhadap Organizational Citizenship Behaviour (Studi Pada Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto). Jurnal Ekonomi, 1–13.

Warsiyah. (2018). Pembentuk Religiusitas Remaja Muslim (Tinjauan Deskriptif Analitis). Cendekia, 16(1).

Witjaksono, A. (2018). PK dan Masa Depan Politik Ahok. nasional.kompas.com/read.




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/fikrah.v6i2.4070

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan is published by

Prodi Aqidah dan Filsafat Islam IAIN Kudus incorporate with

Asosiasi Aqidah dan Filsafat Islam.

Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Phone: +6285648082247 or +6282331050629
Website: http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/fikrah
Email: fikrah@stainkudus.ac.id

ISSN: 2354-6174 | EISSN: 2476-9649

Creative Commons License
Fikrah Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan by Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Jurusan Ushuluddin IAIN Kudus is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.