Dakwah Virtual sebagai Banalitas Keberagamaan di Era Disrupsi

Aris Risdiana, Reza Bakhtiar Ramadhan

Abstract


Media sosial memberi pengaruh signifikan terhadap perkembangan Dakwah Islamiyah. Perkembangan ini lantas membentuk pola baru dakwah, dan sekaligus melahirkan fenomena baru keberagamaan. Maraknya status dan postingan bernuansa dakwah keagamaan oleh para ‘ulama di media sosial, seperti facebook, twitter dan whatsapp, secara sporadis menyeret para user berlomba-lomba menyebarkannya sebagai upaya menampilkan kesalehan dalam ruang publik. Fenomena dakwah copy-paste dan share men-share semakin menjamur dan mengarah pada perilaku spam (menyampah), yang meresahkan sebagian user lain. Derasnya arus informasi dan kebebasan yang tidak terkontrol di media sosial terkait dakwah copy-paste ini lantas mencerminkan kedangkalan intelektual dan kemalasan beragama yang sangat mendalam, yang juga membentuk pola banalitas perilaku keberagamaan umat beragama. Tulisan ini menguji lebih mendalam terkait fenomena sosial berupa dakwah copy-paste yang diproduksi terus-menerus dan membentuk perilaku keberagamaan baru di era milenial dengan menggunakan pendekatan tindakan sosial. Teori Habitus Pierre Felix Bordiue membentuk tulisan ini menelusuri motif dari aktor-aktor sosial, yang dalam konteks ini adalah para user yang mencoba menampilkan kesalehan, namun yang tercipta adalah stigma kedangkalan intelektual disertai kemalasan dalam beragama.

Keywords


Dakwah copy-paste, media sosial, kesalehan, ruang publik, perilaku beragama era milenial

Full Text:

PDF

References


Alawiyah AS., T. (1997). Strategi Dakwah di Lingkungan Majelis Taklim. Bandung: Mizan.

Amin, S. M. (2008). Rekonstruksi Pemikiran Dakwah Islam. Jakarta: Amzah.

Arifin, A. (2011). Dakwah Kontemporer: Sebuah Studi Komunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Arifin, M. (1995). Kapita Selekta Pendidikan (Islam dan Umum). Jakarta: Bumi Aksara.

Bagir, H. (2005). Buku Saku Filsafat Islam. Bandung: Mizan.

Basit, A. (2001). Dakwah Remaja. Purwokerto: Stain Press.

Cobuild, C. (1987). English Language Dictionary. London: Collin Publisher.

Farihah, I. (2014). Pengembangan Karier Pustakawan melalui Jabatan Fungsional Perpustakaan Sebagai Media Dakwa. Libraria, 2(1).

Ghafur, W. A. (2014). Dakwah bil Hikmah di Era Informasi dan Globalisasi: Berdakwah di Masyarakat Baru. Jurnal Ilmu Dakwah2, 34(2), 236–258.

Hakim, B. R. (2014). Tekstualitasasi dan Kontekstualisasi Ajaran Islam (Sebuah Wacana Interrelasi dalam Pemaknaan Al-Nusus al-Syar’iyyah). Al Hikmah, XV, 174–187.

Halim, A. (2014). Politik Lokal; Pola, Aktor & Alur Dramatikalnya. Yogyakarta: LP2B.

Harker, R. (2009). (Habitus x Modal) + Ranah= Praktik: Pengantar Paling Komprehensif kepada Pemikiran Pierre Bourdieu. Yogyakarta: Jalasutra.

Haryatmoko. (2010). Dominasi Penuh Muslihat, Akar Kekerasan dan Diskriminasinya. Jakarta: Gramedia.

Hidayat, S. (2010). Teori Sosial Pierre Bourdie dan Sumbangannya Terhadap Penelitian Sastra. Jurnal Metasastra, 1(1).

Jati, W. R. (2016). Aktivisme Kelas Menengah Berbasis Sosial Media: Munculnya Relawan dalam Pemilu 2014. Jurnal Ilmu Sosial Politik, 20(2).

Jeffers, L. W. (1986). Mass Media Processes and Effects. Illionis: Waveland Press.

Jordan, T. (2008). Cyberpower, The Culture Politics of Cyberspace and the Internet. Oxford-New York: Berg.

Ki, K. H., & Ye, L. (2012). Social media Research in Advertising, Communication, Marketing and Public Relations, 1997-2010. Journalism and Mass Communication Quarterly, 89(2).

Laksana, N. C. (2018). Ini Jumlah Total Pengguna Media Sosial di Indonesia.

McChaugey, M., & Ayers, M. D. (2003). Cyberactivism: Online Activism in Theory and Practice. London: Roytlegde.

Nasrullah, R. (2014). Teori dan Riset Media Siber (Cybermedia). Jakarta: Kencana.

Nasution, H. (2002). Islam ditinjau dari Berbagai Aspek. Jakarta: UI Press.

Nistanto, R. K. (2016). Batas Anggota Group WhatsApp Naik Jadi 256 Orang.

Omar, F. I., Hassan, N. A., & Sallehuddin, I. S. (2015). Islamic Perspectives Relating Business, Arts, Cuture and Comunication. In Role of Social Media in Disseminating Dakwah (Peran Media Sosial dalam Penyebaran Dakwah) (hal. 43–55). Singapore: Spinger.

Parestu, D., & Sodikin, A. S. (2017). Pesan Dakwah di Media Sosial (Studi Kasus Penyampaian Pesan Dakwa pada Akun “Dakwah Islam” dalam Media Sosial Line). Jurnal Prosiding Manajemen Komunikasi, 3(1).

Pertiwi, W. K. (2018). Riset Ungkap Pola Pemakaian Medsos Orang Indonesia.

Prasetiono, S. J., Murtini, & Andoor, I. F. B. (2018). Hubungan antara Dampak Teknopoli dengan Kecenderungan Perilaku Plagiarisme di kalangan Mahasiswa: Studi Kasus Mahasiswa Tingkat Akhir Perguruan Tinggi di Kota Pekalongan.

Prasetyo, B., & Trisyanti, U. (2018). Revolusi Industri 4.0 dan Tantangan Perubahan Sosial. In Strategi Pembangunan Nasional Menghadapi Revolusi Industri 4.0 (hal. 22–27).

Purwandini, D. A., & Irwansyah. (2018). Komunikasi Korporasi Pada Era Industri 4.0. Jurnal Ilmu Sosial, 17(1), 53–63.

Ritzer, G., & Douglas, J. (2009). Teori Sosiologi dari Teori Sosiologi Klasik sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Post-Modern. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Rohman, F. (2016). Analisis Meningkatnya Kejahatan Cyberbullying dan Hatespeech Menggunakan Berbagai Media Sosial dan Metode Pencegahannya. In Seminar Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komputer Nusa Mandiri. SNIPTEK.

Satria, R., Tarmizi, & Melvina. (2017). Identifikasi Bentuk Tindak Plagiat pada Penulisan Skripsi Mahasiswa Orogram Studi Pendidikan Fisiska UNSYIAH. Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Pendidikan Fisika, 2(2).

Septiana, R. C. (2018). Indonesia, Pengguna Facebook Terbanyak ke-4 di Dunia.

Sitanggang, O. P. (2018). Dampak serta Pengaruh Teknologi Desain Industri 4.0 di Dunia. Fakultas Komputer.

Sobur, A. (2001). Dakwah Alternatif di Era Global: Suatu Pendekatan Perubahan Sosial. Jurnal Mimbar, 4(17).

Soleh, A. K. (2004). Wacana Baru Filsafat Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Solikhati, S., Putra, H. S. A., & Nugroho, H. (2015). Banalitas Simbol Keagamaan dalam Sinetron Religi: Analisis Tayangan Sinetron ‘Bukan Islam KTP’ di SCTV. Jurnal Ilmu Dakwah, 35(1).

Subawa, N. S., & Widhiasthini, N. W. (2018). Transformasi Perilaku Konsumen Era Revolusi Industri 4.0. In Conference on Management and Behavioural Studies (hal. 131–139).

Sumadi, E. (2016). Dakwah dan Media Sosial: Menebar Kebaikan Tanpa Diskrimasi. At-Tabsyir, 4(1), 173–190.

Suwardana, H. (2017). Revolusi Industri 4 . 0 Berbasis Revolusi Mental. Jati Unik, 1(2), 102–110.

Syahputra, I. (2017). Demokrasi Virtual dan Perang Siber di Media Sosial: Perspektif Netizen Indonesia. Jurnal ASPIKOM, 3(3).

Thowaf, S. M., Hidayah, M., & Arikhah. (2015). Penguatan Iman Melalui Penghayatan Agama dan Keterampilan Ekonomi Kreatif dengan Pemanfaatan Teknologi Kimia Rumah Tangga untuk Warga TAmbak Lorok Semarang UTara. Dimas, 15(1), 57–70.

Wattimena, R. A. . (2011). Hannah Arendt, Banalitas Kejahatan, dan Situasi Indonesia.

Weeks, B. ., & Holbert, R. L. (2013). Predicting Dissemination of Newsc Content in Social Media: A Focus on Reception, Friending and Partisanship. Journalism and Mass Communication Quaterly. Journalism and Mass Communication Quaterly, 90(2).

Wibisono, S. (2015). Psikologi Keberagamaan: Memahami Dimensi Psikologis dalam Penghayatan Agama. Psikologika, 20(1).




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/fikrah.v7i1.4800

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan is published by

Prodi Aqidah dan Filsafat Islam IAIN Kudus incorporate with

Asosiasi Aqidah dan Filsafat Islam.

Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Phone: +6285648082247 or +6282331050629
Website: http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/fikrah
Email: fikrah@stainkudus.ac.id

ISSN: 2354-6174 | EISSN: 2476-9649

Creative Commons License
Fikrah Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan by Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Jurusan Ushuluddin IAIN Kudus is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.