Léncak: Ruang Sosial-Keagamaan Tokoh Agama Perempuan Madura

Hasanatul Jannah, Rachmah Ida

Abstract


This research explores and interprets léncak as one of the treasures of the treasures of the ancestors' heritage and can be produced from generation to generation. The wealth stored on the island of Madura, both in the form of views, ethics, culture and wealth of objects containing social values and meanings for the religious life of the Madurese community, especially for female religious leaders of Madura. One of these objects was named léncak, because it was on this level that the female religious leaders spent a lot of time formulating the problems of their people, thus becoming intermediaries to the public space. This study uses a phenomenological approach, because it wants to reveal the social significance of the one used by religious leaders of Madurese women in carrying out their religious social roles. This research found that it must be a meaningful, inspirational, facilitative space for the continuation of religious negotiations as well as opening the public space for female religious leaders with their communities

Keywords


Léncak, Social Space, Madurese Female Religion figure.

Full Text:

PDF

References


’Aeni, F. N. (2017). Dinamika Kepemimpinan Nyai di Pesantren Budaya Jawa. Martabat Jurnal Perempuan dan Anak, 1(1). https://doi.org/10.21274/martabat.2017.1.1.65-86

Abdurrahman. (2009). Analisa Sosial dan Membangun Madura Pasca SURAMADU. Karsa, 14(2). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.19105/karsa.v16i2.107

Ahmad Zainul, H. (2018). Dinamika Hubungan Islam dan Lokalitas: Perebutan Makna Keislaman di Madura. Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, 8(2). https://doi.org/https://doi.org/10.15642/teosofi.2018.8.2.430-454

Aqidah. (2018). Nyai dalam Lingkaran Pesantren. Madura.

Azizah. (2018). Sikap Nyai dalam Konteks Sosial. Madura.

Azra, A. (2005). Jaringan Ulama Timur Tengah dan pepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII. Jakarta: Prenada Media.

Campbell. (1994). Tujuh Teori Sosial. Yogyakarta: Kanisius.

De Jonge, H. (1989). Madura dalam Empat Zaman: Perdagangan, Perkembangan Ekonomi, dan Islam. Jakarta: Gramedia.

Faiqoh. (2005). Nyai Agen Perubahan di Pesantren. Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, 3(2). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.32729/edukasi.v3i2.212

Halimatus. (2018). Peran Perempuan di Madura. Sumenep.

Hefni, M. (2008). Local Knowledge Masyarakat Madura: Sebuah Strategi Pemanfaatan Ekologi Tegal Di Madura. Karsa, 2(1).

Heidegger, M. (1962). Being and Time (terjemahan). New York: Herper dan Row.

Holstein, J. A., & Jaber F, G. (1997). Strategies of Inquiry. Phenomenology, Ethnomethodology and Interpretive Practices. New York: American Press.

Junus, U. (1999). Nyai Dasima and the Problem of Interpretation: Intertextuality, Reception Theory, and New Historicism. Humaniora, 11(3). https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jh.674

Karim, A. J. (2007). Kepemimpinan Wanita Madura Hasil Penelitian Dukungan Sosial-Budaya Terhadap Keberhasilan Kepemimpinan wanita“Srikandi” di Desa Pademawu BaratKabupaten PamekasanMadura. Mimbar, 23(2). Diambil dari https://media.neliti.com/media/publications/7338-ID-kepemimpinan-wanita-madura.pdf

Kuntowijoyo. (1988). Perubahan Sosial dalam Masyarakat Agraris: Madura 1850-1940. Yogyakarta: PAU Studi Sosial UGM.

Lint, L. (2015). Aplikasi teori Jung pada budaya Madura “nyabis dha’ dhalemma keyae”. Diambil dari Lint Lexo website: https://lintlexo.wordpress.com/2015/02/26/aplikasi-teori-jung-pada-budaya-madura-nyabis-dha-dhalemma-keyae/

Lubis, H., & Nelly, R. (2018). Komodifikasi Otoritas Kiai dalam Kontestasi Politik (Studi Komodifikasi Otoritas Kiai di Kec. Pasen Kabupaten Pamekasan). Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 3(2). Diambil dari http://journal2.um.ac.id/index.php/jsph/article/view/5402

Ma’arif, S. (2015). The History Of Madura: sejarah panjang Madura dari Kerajaan, Kolonialisme sampai Kemerdekaan. Yogyakarta: Araska.

Mardhatillah, M. (2014). Perempuan Madura sebagai Simbol Prestise dan Pelaku Tradisi Perjodohan. Musawa: Jurnal Studi Gender dan Islam, 13(2).

Muhammad, H. (2004). Islam Agama Ramah Perempuan Pembelaan Kyai Pesantren. Yogyakarta: LKiS.

Nasional, D. P. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Paisun. (2010). Dinamika Islam Kultural: Studi atas Dialektika Islam dan Budaya Lokal Madura. el-Harakah, 12(2). Diambil dari https://media.neliti.com/media/publications/23724-ID-dinamika-islam-kultural-studi-atas-dialektika-islam-dan-budaya-lokal-madura.pdf

Permanadeli, R. (2015). Dadi Wong Wadon, Representasi Sosial Perempuan Jawa Di Era Modern. Yogyakarta: Pustaka Ifadah.

Rengkaningtias, A. U. (2018). Wacana Keulamaan Perempuan Dalam Teks Ikrar Kebon Jambu. Musawa: Jurnal Studi Gender dan Islam, 17(1). https://doi.org/https://doi.org/10.14421/musawa.1.171.32-50

Rifai, M. A. (2007). Manusia Madura: Pembawaan, Perilaku, Etos Kerja, Penampilan dan Pandangan Hidupnya, seperti Dicitrakan Peribahasanya. Yogyakarta: Pilar Media.

Sindung, H. (2012). Spektrum Teori Sosial dari Klasik hingga Postmodern. Yogyakarta: Ruzz Media.

Subaharianto, & Andang. (2004). Tantangan Industrialisasi Madura: Membentur kultur, Menjunjung Leluhur. In Madura- Perubahan Sosial. Malang: Banyumedia.

Syamsuddin, M. (2015). Elit Lokal Madura: Sisi Kehidupan Kaum Blater. Jurnal Lektur Keagamaan, 13(1). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31291/jlk.v13i1.208

Taufiqurrahman. (2007). Identitas Budaya Madura. Karsa, 11(1). https://doi.org/DOI: http://dx.doi.org/10.19105/karsa.v11i1.143

Yafie, H. A. (2017). Jejak Perjuangan Keulamaan Perempuan Indonesia. Jakarta: Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI).

Yanuar, I. (2014). Metode Penelitian Sosial Kualitatif. Bandung: Rafika Aditama.




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/fikrah.v7i2.5060

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan is published by

Prodi Aqidah dan Filsafat Islam IAIN Kudus incorporate with

Asosiasi Aqidah dan Filsafat Islam.

Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Phone: +6285648082247 or +6282331050629
Website: http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/fikrah
Email: fikrah@stainkudus.ac.id

ISSN: 2354-6174 | EISSN: 2476-9649

Creative Commons License
Fikrah Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan by Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Jurusan Ushuluddin IAIN Kudus is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.