Tradisi Bodo Contong sebagai Modal Sosial Kerukunan Umat Beragama pada Masyarakat Desa Rahtawu Kudus

Ulia Khafidhotunnur, Irzum Farihah

Abstract


This article aims to determine the role of the Bodo Contong tradition as a social capital of harmony among religious communities in the multireligious community of Rahtawu Village. How does the community implement, interpret, and how the Bodo Contong tradition acts as social capital in the village of Rahtawu. This study uses a qualitative approach with interview methods conducted in the Rahtawu Village community. The results show that: First, the Bodo Contong tradition is one form of the realization of a balanced social system in a society that has religious differences. Second, the Bodo Contong tradition is a form of gratitude to God Almighty, as well as a tribute to the community towards the ancestors. Third, in the implementation of the Bodo Contong tradition, the values of capital are social trust, social norms and social networks that enable the community to carry out the Bodo Contong tradition together without blaming religious differences. Through the values of existing social capital, the people of Rahtawu Village can work together, respect and respect one another and can maintain harmony between religious communities.


Keywords


Interfaith religion, harmony, social capital, Bodo Contong tradition.

Full Text:

PDF

References


Abdullah, S. (2013). Potensi dan Kekuatan Modal Sosial Dalam Suatu Komunitas. Socius, XII.

Agusyanto, R. (2014). Jaringan Sosial dalam Organisasi. Jakarta: Rajawali Pers.

Alyyah, A. K. (2018). Amplop Terbang: Religio-Cultural Relations among the Pilangrejo Peoples. Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan, 6(2), 229–240.

Berry, D. (1982). Pokok-Pokok Pikiran dalam Sosiologi. Jakarta: Rajawali Pers.

Choirunniswah. (2018). Tradisi Ruwahan Masyarakat Melayu Palembang Dalam Perspektif Fenomenologis. Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam, XVIII(2).

Craib, I. (1994). Teori-Teori Sosial Modern: dari Parsons sampai Habermas. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Field, J. (2010). Modal Sosial. Bantul: Kreasi Wacana.

Geertz, C. (1983). Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Jakarta: Pustaka Jaya.

Haryanto, S. (2015). Sosiologi Agama dari Klasik Hingga Postmodern. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Herabudin. (2015). Pengantar Sosiologi. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Idrus, M. (2007). Makna Agama dan Budaya bagi Orang Jawa. Unisia, XXX(66), 391–401.

Mahadi, U. (2013). Membangun Kerukunan Masyarakat Beda Agama Melalui Interaksi dan Komunikasi Harmoni di Desa Talang Benuang Provinsi Bengkulu. Kajian Komunikasi, 1(1), 51–58. https://doi.org/https://doi.org/10.24198/jkk.v1i1.6030

Mawardi, M. (2016). Kontribusi Modal Sosial pada Kerukunan Umat Beragama:Studi Kasus Masyarakat Laweyan Kota Surakarta. In Prosiding Bidang Kehidupan Keagamaan (Vol. 3, hal. 19–35). Semarang: Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan departemen Agama Semarang.

Muchtarom, Z. (2002). Islam di Jawa dalam Perspektif Santri dan Abangan. Jakarta: Salemba Diniyah.

Mulyana, D. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Munawar, S. A. H. Al. (2003). Fikih Hubungan Antar Agama. Jakarta: Ciputat Press.

Nasution, M. S. A., Daulay, M. N. H., Susanti, N., & Syam, S. (2015). Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta: Rajawali Pers.

Purwanti, R. S. (2014). Tradisi ruwahan dan Pelestariannya di Dusun Gamping Kidul dan Dusun Geblagan Yogyakarta. Indonesian Journal of Conservation, 3(1).

Ritzer, G., & Douglas, G. J. (2004). Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana.

Rosyid, M. (2008). Samin Kudus Bersahaja di Tengah Asketisme Lokal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Setiawan, E. (2015). Nilai Religius Tradisi Mitoni dalam Perspektif Budaya Bangsa Secara Islami. al-’Adalah, 18(1), 39–52.

Shonhaji. (2012). Agama sebagai Perekat Sosial pada Masyarakat Multikultural. Al-Adyan, VII.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sutopo. (2015). Modal Sosial dan Komunikasi Sosial Terhadap Pemberdayaan Masyarakat yang Berbudaya. Surakarta: UNS Press.

Umiarso, & Elbadiansyah. (2014). Interaksi Simbolik: dari Era Klasik hingga Modern. Jakarta: Rajawali Pers.

Usman, S. (2018). Modal Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/fikrah.v7i2.6486

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan is published by

Prodi Aqidah dan Filsafat Islam IAIN Kudus incorporate with

Asosiasi Aqidah dan Filsafat Islam.

Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Phone: +6285648082247 or +6282331050629
Website: http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/fikrah
Email: fikrah@stainkudus.ac.id

ISSN: 2354-6174 | EISSN: 2476-9649

Creative Commons License
Fikrah Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan by Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Jurusan Ushuluddin IAIN Kudus is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.