KETIDAKSETARAAN GENDER DALAM AGAMA SEBAGAI KEKERASAN SIMBOLIK PADA “PENGAKUAN EKS PARASIT LAJANG”

Rusi Aswidaningrum

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menguak bentuk-bentuk kekerasan simbolik yang menunjukkan adanya ketidakadilan gender antara pria dan wanita dalam agama pada novel “Pengakuan eks Parasit Lajang”. Dalam menguaknya, peneliti pertama-tama memeriksa konflik eksternal yang dialami oleh tokoh utama A dalam novel. Konflik eksternal A dengan kedua bibinya, ayahnya, dan Nik akan dikuak untuk menemukan adanya doksa dalam ketidakadilan yang mengopresi perempuan. Peneliti mengaplikasikan konsep kekerasan simbolik untuk memahami bagaimana bentuk-bentuk ketidakadilan antara laki-laki dan perempuan dalam agama. Kemudian, ketidakadilan terhadap perempuan tersebut dikaji peneliti dengan konsep peran gender tradisional milik teori Feminisme. Dengan konsep ini, peneliti dapat mengetahui bagaimana laki-laki dan perempuan dikonstruksi. Kemudian, peneliti menemukan adanya kekerasan simbolik dalam penempatan perempuan pada posisi subordinat yang disebabkan karena adanya nilai-nilai patriarkal yang menopang dasar-dasar agama. Sehingga, adanya peran gender tradisional yang melatarbelakangi praktik-praktik agama sehingga mengopresi posisi perempuan

Keywords


ketidaksetaraan gender; kekerasan simbolik; peran gender tradisional

References


Bourdieu, Pierre. (1995). Language and Symbolic Power. (Gino Raymond & Matthew Adamson, penerjemah). Cambridge: Polity Press.

Griffith, Kelley. (1982). Writing Essays about Literature A Guide and Style Sheet. 5th ed. University of North Carolina: Hartcourt Brace College Publishers.

Prakoso, Teguh dan Venus Khasanah. (2009). Karya Sastra Perempuan: Analisis Awal Tentang Perang Gender. Atavisme: Jurnal Ilmiah Kajian Sastra, 12 (1), 77-82.

Ridwan, Nur Khalik. (2003). Detik-Detik Pembongkaran Agama: Mempopulerkan Agama Kebajikan, Menggagas Pluralisme-Pembebasan. Yogyakarta: Arrus Book Gallery.

Takwin, Bagus. (2003). Akar-akar Ideologi: Pengantar Kajian Konsep Ideologi dari Plato hingga Bourdieu”. Yogyakarta: Jalasutra.

Tyson, Lois. (2006) Critical Theory Today: A User-Friendly Guide. United States: Routledge.

Utami, Ayu. (2013). Pengakuan Eks Parasit Lajang. Jakarta: Gramedia.

Wilkes, etc. (2009). (Habitus x Modal) + Ranah = Praktik: Pengantar Paling Komprehensif kepada Pemikiran Pierre Bourdieu. (Maizier, penerjemah). Yogyakarta: Jalasutra.

Wiyatmi. (2010). Citraan Perlawanan Simbolis Terhadap Hegemoni Patriarki Melalui Pendidikan dan Peran Perempuan Di Arena Publik dalam Novel- Novel Indonesia. Atavisme: Jurnal Ilmiah Kajian Sastra, 13 (2), 243-256




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/jupe.v11i1.2102

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL PENELITIAN

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 


Indexed by

Image result for IPIImage result for ESJI