Open Journal Systems

MENGGALI MAKNA ZIARAH DI MAKAM MURSYID TORIQOH SYEKH MUTAMAKIN KAJEN DALAM PERSPEKTIF KONSELING TASAWUF

AH Choiron

Abstract

Artikel ini adalah hasil resum dari penelitian yang mencoba mengungkap makna mendalam yang terkandung di balik pelaksanaan ziarah di makam Syekh Mutamakin di Kajen Pati, terutama yang berkaitan dengan makna sufi.. Bagi umat Islam di Pati, ziarah ke makam Syeikh Mutamakin adalah tradisi yang sudah lama berjalan. Belakangan, semakin banyak pengunjung yang datang untuk melaksanakan tradisi ziarah, tentunya dengan tujuan yang berbeda. Meski terbungkus bahasa ngalap berkah, kedua kata tersebut mengandung arti yang sangat luas. Untuk mengungkap makna ziarah di makam Syekh Mutamakin, peneliti berusaha untuk mempelajari secara seksama dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif sebagai berikut: Jenis dan pendekatan penelitian adalah penelitian lapangan dan kualitatif, informan adalah pihak-pihak yang terlibat dalam ziarah sebagai pengurus Makam, peziarah dan orang-orang di sekitar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data kualitatif dan dikombinasikan dengan teknik triangulasi. Hasilnya menunjukkan makna ziarah di makam Syeikh Mutamakin terdiri dari tiga, yaitu: (1) makna tawashul untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan mengingatkan kepada kematian dan memperkuat ibadah kepada Tuhan, (2) bermakna tawashul yang memudahkan jalan untuk Melakukan ziarah ke Mekah, dan (3) makna tawashul untuk mencari dan memperoleh pengetahuan tentang Islam. makna dari ketiga tawashul ini dilakukan para peziarah melalui pembacaan hadoroh dan tahlil, pembacaan Al-Quran Surah Yasin, dan membaca doa. Tak sedikit dari mereka juga melakukan meditasi di makam Syeikh Mutamakin untuk mencari berkah.

Keywords


Ziarah, Makam, Murshid, Toriqoh, Konseling, Sufisme

References


Azra, Azyumardi, 1999, Renaisans Islam Asia Tenggara Sejarah Wacana dan Kekuasaan, Bandung, Remaja Rosda Karya.

----------, 2000, Jaringan Ulama: Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII, Bandung, Mizan.

Anwar, Chaerul, 2007, Tradisi Ziarah Kubur Masyarakat Betawi Pada Makam Muallim K.H. M. Syafi’i Hazami Kampung Dukuh Jakarta Selatan, Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Bizawie, Zainul Milal, 2002, Syekh Mutamakin : Perlawan Kultural Agama Rakyat. Tangerang, Pustaka Kompas.

Choiron, AH., 2010, Makna Ziarah Ke Makam Syekh Mutamakin Kajen Pati, Kudus, P3M STAIN Kudus.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1999, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta. Balai Pustaka.

Daniel, L. Pals, 1996, Seven Theories of Religion, New York, Oxford University Press.

Daradjat, Zakiah, dkk., 1996, Perbandingan Agama, Jakarta, Bumi Aksara.

Dhofier, Zamakhsyari, 1982, Tradisi Pesantren Studi tentang Pandangan Hidup Kyai, Jakarta, LP3ES. Cet. 6.

Jalaluddin, Rakhmat, 1996, Psikologi Agama, cet. ke-6, Jakarta, Rajawali Pers.

Kartodirdjo, Sartono, A. Sudewo dan Suhardjo Hatmosuprobo, 1993, Perkembangan Peradaban Priyayi, Yogyakarta, Gadjah Mada University Press, Cet.2.

Muslim, Imam, 2015, Shahih Muslim, Jakarta, Penerbit Al-Mahira.

Nata, Abuddin, 2001, Peta Keberagaman Pemikiran Islam di Indonesia. Jakarta, Raja Grafindo Persada.

Peursen, C.A. van, 1988, Strategi Kebudayaan, Yogyakarta, Kanisius.

Rakhmat, Jalaluddin, 1996, Psikologi Agama, Cet. 6, Jakarta, Rajawali Perss.

Rahmad, Ubaidilah dan Yuliatun Tajudin, 2004, Suluk Kiai Cebolek: Dalam Konflik Keberagamaan dan Kearifan Lokal, Jakarta, Prenada Media.

Sztompka, Piotr, 2007, Sosiologi Perubahan Sosial, Jakarta, Prenada Media Group.

Simuh, 1988, Mistik Islam Kejawen Raden Ngabehi Ranggawarsito, Jakarta, Universitas Indonesia Press.

Suyono, Capt. R.P., 2007, Dunia Mistik Orang Jawa: Roh, Ritual, Benda Magis, Yogyakarta, LKiS, Cet. 1.

Sujarwa, 2005, Manusia dan Fenomena Budaya, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, Cet. 3.

Supriatno, 2007, Ziarah Makam Sunan Gunung Jati di Mata Orang Kristen, Cirebon, Fahmina Institute.

Soebardi, S., 2004, Serat Cebolek: Kuasa, Agama, Pembebasan, Bandung, Penerbit Nuansa.

Woodward, Mark R., 1999, Islam Jawa: Kesalehan Normatif versus Kebatinan. Yogyakarta. LKiS. Cet. 1.


Full Text: PDF (Bahasa Indonesia)

DOI: 10.21043/kr.v8i1.2268

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.