Pengembangan Imajinasi Kreatif Berbasis Neurosains dalam Pembelajaran Keagamaan Islam

Desfa Yusmaliana, Suyadi Suyadi

Abstract


Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan imajinasi kreatif peserta didik berbasis neurosain dalam proses pembelajaran keagamaan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif model Haberman dan Miles. Dalam periode keemasan anak, seluruh aspek berkembangan sangat pesat sehingga diperlukan stimulasi yang optimal, salah satunya dengan pengembangan imajinasi kreatif. Selama ini imajinasi kreatif belum banyak dikembangkan bahkan dianggap sebagai ganguan belajar. Tetapi, dalam lintasan sejarah banyak ilmuwan yang di masa anak-anak mengedepankan imajinasi kretifnya. Hal ini menunjukkan bahwa imajinasi kreatif bukan ganguan pembelajaran melainkan teknik optimalisasi fungsi otak lebih maksimal. Kegiatan-kegiatan pembelajaran yang menstimulasi imajinasi kreatif anak seperti bermain musik religi, pembacaan kisah-kisah agung, nyanyian-nyanyian spiritual, tarian-tarian estetik, lukisan-lukisan unik, dan lain-lain sangat penting dikembangkan dalam proses pembelajaran keagamaan Islam.


Keywords


imajinasi kreatif, neurosains Pendidikan, dan pembelajaran keagamaan Islam

Full Text:

PDF

References


Anwar, B. (2016). Pendidikan Islam Melalui Kemahiran Berfikir Membentuk Moral dan Akhlakul Karimah Pelajar Islam. Al-Daulah, 5(2), 341–351.

Aschoeke, Tbittlin, LanguageGame, Itiaden, Pbenner, Mheimann, … Ekrueger. (2006). Cognitive Psychology and Cognitive Neuroscience. Image (Rochester, N.Y.), 39(3), 200–210.

Astuti, F. (2011). Menggali dan Mengembangkan Potensi Kreativitas Seni pada Anak Usia Dini. Jurnal Bahasa Dan Seni, 14 No. 2, 52–63.

Atkinson, R. L., Atkinson, R. C., & Hilgard, E. (2011). Pengantar Psikologi. Jakarta: Erlangga.

Azra, A. (2001). Pendidikan Akhlak dan Budi Pekerti ‘Membangun Kembali Anak Bangsa’’.’ Mimbar Pendidikan, 1(XX).

Barrett, F. D. (2001). Creativity Techniques: Yesterday, Today, and Tomorrow. S.A.M. Advanced Management Journal, 25–35.

Bronowski, J., Commager, H. S., Allport, G. W., & Buck, P. H. (2015). Imagination and the University. Canada: Toronto Press. https://doi.org/10.3138/j.ctt15jjfh0.8

Buzan, T. (2003). Use Both Sides of Your Brain: Teknik Pemetaan Kecerdasan dan Kreativitas Pikiran, Temuan Terkini tentang Otak Manusia. Yogyakarta: Ikon Teralitera.

Chakim, L. (2018). Efektifitas Pembelajaran Menghafal Doa dengan Menggunakan Musik di MIN Ngronggot Kabupaten Nganjuk. Jurnal Pendidikan Islam, 8(1).

Chamidiyah, C. (2015). Pembelajaran Melalui Brain Based Learning dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Edukasia : Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 10(2). https://doi.org/10.21043/EDUKASIA.V10I2.795

Chandra, J. (1994). Kreativitas: Bagaimana Menanam, Membangun, dan Mengembangkannya. Yogyakarta: Kanisius.

Cooper, C. (2004). ‘ A struggle well worth having ’: the uses of theatre-in-education ( TIE ) for learning. Support for Learning, 19(2), 81–88.

Davey, T. (2009). Book Riview: Teaching and Learning Outside the Box: Inspiring Imagination Across the Curriculum. Catholic Education: A Journal of Inquiry and Practice, 13(1).

Dikiy, I. S., Dikaya, L. A., Karpova, V. V, Lavreshina, A. Y., & Kagramanyan, M. R. (2018). Psychological characteristics of art specialists with a highly productive creative imagination. Psychology in Russia: State of the Art, 11(2). https://doi.org/10.11621/pir.2018.02010

Egan, K. (2004). Memory, Imagination, and Learning: Connected by the Story. Phi Delta Kappan, 70(6).

Egan, K., & Judson, G. (2016). Imagination and the Engaged Learner: Cognitive Tools for The Classroom. Canada: Howker Brownlow Education.

Egan, K., Stout, M., & Takaya, K. (2007). Teaching and Learning Outside the Box. New York: Teachers College Press.

Faisal, A. (2015). Think Like A Millionaire. jakarta: Prima Ufuk Semesta.

Fazlurrahman, M. (2018). Modernisasi Pendidikan Islam: Gagasan Alternatif Fazlur Rahman. TA’LIM : Jurnal Studi Pendidikan Islam, 1(1), 73–89.

Fleer, M. (2012). Imagination, emotions and scientific thinking: What matters in the being and becoming of a teacher of elementary science? Cultural Studies of Science Education, 7(1), 31–39. https://doi.org/10.1007/s11422-011-9365-z

Foer, J. (2013). Moonwalking with Einstein: Rahasia Memiliki Ingatan Super. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Goodreads. (n.d.). Quotable Quote. Retrieved from https://www.goodreads.com/quotes/556030-imagination-is-more-important-than-knowledge-for-knowledge-is-limited, diakses tanggal 12 Oktober 2018

Hanafi, I. (2016). Neurosains-spiritualitas dan pengembangan potensi kreatif. An-Nuha, 3(1), 23–38.

Hatt, B. E. (2018). The new ICE-Age: Frozen and Thawing perceptions of imagination. Canadian Journal of Education, 41(1), 124–147.

Holis, A. (2016). Belajar Melalui Bermain untuk Pengembangan Kreativitas dan Kognitif Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Universitas Garut, 09(01), 23–37.

Idris, M. (2014). Konsep Pendidikan Humanis dalam Pengembangan Pendidikan Islam. Miqot, XXXVIII(2), 417–434.

Jagla, V. M. (1994). Teachers Everyday Use of Imagination and Intuition In Pursuit of the Elusive Image. Albany: State University of New York Press. Retrieved from https://web-b-ebscohost-com.ezproxy.scottsdalecc.edu/ehost/ebookviewer/ebook?sid=fc119726-2121-4c5f-a5d5-37608817a1b0%40pdc-v-sessmgr06&vid=0&format=EB

Judson, G. (2014). The Role of Mental Imagery in Imaginative and Ecological Teaching. Canadian Journal of Education, 37(4).

Judson, G. (2016). Two Key Points for Understanding Imagination in Education. Retrieved November 27, 2018, from https://www.gettingsmart.com/2016/09/imagination-misunderstood/?utm_campaign=coschedule&utm_source=twitter&utm_medium=Getting_Smart&utm_content=Two Key Points for Understanding Imagination in Education

Khotimah. (2014). Pemikiran Fazlur Rahman Tentang Pendidikan Islam. Jurnal Ushuluddin, 22(2), 239–253. Retrieved from http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/ushuludin/article/view/739%5Cnhttp://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/ushuludin/article/download/739/690

Lindqvist, G. (2003). Vygotsky’s Theory of Creativity. Creativity Research Journal, 15(2–3), 245–251. https://doi.org/10.1080/10400419.2003.9651416

Moller, S. J. (2015). Imagination, Playfulness, and Creativity in Children’s Play with Different Toys. American Journal of Play, 7(3).

Muali, C. (2016). Konstruksi Strategi Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences Sebagai Upaya Pemecahan Masalah Belajar. Pedagogik; Jurnal Pendidikan, 3(2), 1–12.

Muhaningsih, R., Fadillah, & Purwati. (2017). Peningkatan Pengenalan Huruf Hijaiyah Melalui Bermain pada Anak Usia 4-5 Tahun. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(5).

Muliawan, J. U. (2016). Mengembangkan Imajinasi dan Kreativitas Anak (I). Yogyakarta: Gava Media.

Murrel, K. (2001). Book review: Appreciative inquiry: Change at the speed of imagination. Organization Development Journal, 19(3), 92–93.

New Poll Reveals Stifling Imagination in Schools Underlies Innovation and Skills Deficit. (2008). Retrieved March 27, 2019, from https://www.namm.org/news/press-releases/new-poll-reveals-stifling-imagination-schools-unde

Nursisto. (1999). Kiat Menggali Kreativitas. Yogyakarta: PT. Mitra Gama Widya.

Ogunnaike, Y. A. (2015). Early Childhood Education and Human Factor : Connecting Theories and Perspectives. Early Childhood Education Journal, 21(1), 9–26.

Pasiak, T. (2005). Revolusi IQ/EQ/SQ: Antara Neurosains dan Al-Quran (V). Bandung: Mizan.

Runco, M. A., & Johnson, D. J. (2002). Parents’ and Teachers’ Implicit Theories of Children’ s Creativity : A Cross-Cultural Perspective. Creativity Research Journal, 14, 427–438.

Sangkanparan, H. (2011). Dahsyatnya Otak Tengah: Jadikan Anak Anda Cerdas Saat Ini Juga. Jakarta: VisiMedia.

Sauri, S. (2010). Membangun karakter bangsa melalui pembinaan profesionalisme guru berbasis pendidikan nilai. Jurnal Pendidikan Karakter, 2(2), 1–16.

Setyawan, I. (2006). Pembelajaran Pendidikan Tinggi dan Pengembangan Kreativitas. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro, 3(2).

Sousa, D. A. (2011). Commentary Mind, Brain, and Education: The Impact of Educational Neuroscience on the Science of Teaching. Learning Landscapes, 5(1), 37–43.

Sousa, D. A. (2012). Bagaimana Otak Belajar: Edisi Keempat. Jakarta: Tim Indeks.

Suadu, F. (2018). Manusia Unggul Neurosains dan Al-quran. Jakarta: PT. Penjuru Ilmu Sejati.

Sudiarta, I. G. P. (2005). Pengembangan Kompetensi Berpikir Divergen dan Kritis Melalui Pemecahan Masalah Matematika Open-Ended. Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, (3 Th. XXXVIII).

Sutanto, W. (2008). Brain Management Series for Learning Strategy: Be an Absolute Genius! Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Suyadi. (2012). Integrasi Pendidikan Islam dan Neurosains dan Implikasinya bagi Pendidikan Dasar (PGMI). Al-Bidayah, 4(1), 111–130.

Suyadi. (2017a). Pendidikan Islam Dan Neurosains. In Prosiding Konferensi Nasional Ke-6 Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah ’Aisyiyah (APPPTMA) (pp. 93–107).

Suyadi. (2017b). Teori Pembelajaran Anak Usia Dini Dalam Kajian Neurosains. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Suyadi. (2018a). Pendidikan Islam Anak Usia Dini Dalam Perspektif Neurosains: Robotik Akademik dan Saintifik. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 13(2), 231–262.

Suyadi. (2018b). The Synergy of Arts, Neuroscience, and Islam in Early Childhood Learning in Yogyakarta. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(1), 30–42.

Taufiq, A., Prianto, P. lestari, & Mikarsa, H. L. (2014). Modul: Hakikat Pendidikan di Sekolah Dasar. Retrieved November 27, 2018, from http://repository.ut.ac.id/4122/1/PDGK4403-M1.pdf

Trimantara, P. (2005). Metode Sugesti-Imajinasi dalam Pembelajaran Menulis dengan Media Lagu. Jurnal Pendidikan Penabur, 05(04), 1–14.

Tsai, K. C. (2012). Play, Imagination, and Creativity : A Brief Literature Review. Journal of Education and Learning, 1(2), 15–20. https://doi.org/10.5539/jel.v1n2p15

Vygotsky, L. S. (2004). Imagination and Creativity in Childhood. Journal of Russian and East European Psychology, 42(1), 7–97. https://doi.org/10.2753/RPO1061-0405290173

Wijaya, H. (2018). Pendidikan Neurosains Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Masa Kini. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/323114055_Pendidikan_Neurosains_Dan_Implikasinya_Dalam_Pendidikan_Masa_Kini diakses tanggal 21 Oktober 2018

Yahya, H. (2000). Bagaimana seorang Muslim berpikir ? London: Ta-Ha Publishers Ltd.

Yanti, D. (2017). Konsep Akal dalam Perspektif Harun Nasution. Intelektualita, 06(01), 51–62. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/intelektualita.v6i1.1300

Yusmaliana, D., & Widodo, H. (2019). Reconstruction Of Islamic Education Curriculum In The Disruption. IJISH (International Journal of Islamic Studies and Humanities), 2(1).




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/edukasia.v14i2.4213

Refbacks



Indexed By:

http://journal.stainkudus.ac.id/indexing/19.jpg http://journal.stainkudus.ac.id/indexing/4.jpg http://journal.stainkudus.ac.id/indexing/17.jpg http://journal.stainkudus.ac.id/indexing/5.jpg

http://journal.stainkudus.ac.id/indexing/21.jpg

 

 

Edukasia : Jurnal Penelitian Pendidikan Islam by Prodi Pendidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah STAIN Kudus is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.