Archives

2015

Vol 9, No 2 (2015): HERMENEUTIK

Tema Volume 9 No 2  2015

TELAAH KRITIS KITAB-KITAB TAFSIR

Alhamdulillah dengan mengucapkan puji syukur kepada Allah Swt, akhirnya Jurnal Hermeneutik kembali menerbitkan tulisan-tulisan dari akademisi, penelitidan para pakar yang membahas kajian menarik tentang kitab-kitab tafsir yang layak untuk diperbincangkan baik dalam tataran akademis maupun praktis.Jurmal Hermeneutik ini terbit Volume 9 Nomor 2 Tahun 2015 kali ini mengetengahkan tema-tema tentang kajian kitab tafsir.

Vol 9, No 1 (2015): HERMENEUTIK

Tema Volume 9 No 1  2015

TELAAH TERHADAP PEMIKIRAN TOKOH MUFASSIR

Al-Qur’an menempati posisi strategis, bukan saja dalam perkembangan dan pengembangan ilmu-ilmu keislaman, namun juga merupakan inspirator, dan pemadu gerakan-gerakan umat Islam sepanjang empat belas abad sejarah pergerakan umat. Namun hal itu tidak dapat terwujud tanpa memahami al-Qur’an dengan baik dan benar. Dengan demikian, maka pemahaman terhadap ayat-ayat al-Qur’an, dengan berupaya menafsikannya mempunyai peranan yang sangat besar bagi maju-mundurnya umat Islam. Oleh sebab itu, penafsiran-penafsiran al-Qur’an yang telah ditelurkan oleh para ulama dari masa klasik hingga masa kontemporer mencerminkan perkembangan serta corak pemikiran mereka.


2014

Vol 8, No 2 (2014): HERMENEUTIK

Tema Volume 8 No 2  2014

PEMBACAAN KONTEMPORER TERHADAP AL-QUR’AN 

Al-Qur’an adalah sumber ajaran Islam yang berisi tentang etika universal bagi umat Islam sepanjang zaman. Kandungan al-Qur’an tidak pernah berubah oleh zaman dan makan (tempat), meskipun perjalanan hidup umat manusia selalu mengalami perubahan. Namun, pada kenyataannya teks al-Qur’an seringkali difahami secara parsial dan normatif, sehingga seringkali sangat berlawanan dengan realitas yang terjadi di masyarakat saat ini. Kondisi seperti inilah yang menjadi permasalahan para mufassir kontemporer.Para mufassir kontemporer saat ini menggunakan berbagai model dan metodologi baru dalam pembacaan dan pemahaman teks al-Qur’an agar sumber umat Islam benar-benar menjadi petunjuk  yang senantiasa relevan untuk setiap zaman dan tempat, serta mampu merespons setiap problem sosial-keagamaan yang dihadapi umat manuasia. Hal ini mengandung arti bahwa paradigma pemahaman terhadap al-Qur’an harus digeser dan diubah; dari paradigma yang normatif-tekstual yang berlangsung sejak lama hingga kini menuju kepada paradigma kritis-kontekstual. Diubah disini bukan berarti kandungannya, namun bagaimana memahami teks dengan realitas yang ada.Dalam penerbitan jurnal Hermeneutik Program Studi Ilmu Qur’an dan Tafsir Jurusan Ushuluddin edisi ini, disajikan beberapa artikel yang sangat relevan dengan perkembangan tafsir kontemporer.

Vol 8, No 1 (2014): HERMENEUTIK

Tema Volume 8 No 1  2014

PROBLEMATIKA DALAM MEMAHAMI PESAN-PESAN AL-QUR’AN

Sesungguhnya kehadiran teks al-Qur`an di tengah umat Islam telah melahirkan pusat wacana keislaman yang terus menerus bergulir dan seakan tak pernah  ada henti, menjadi pusat inspirasi bagi manusia khususnya umat Islam, untuk melakukan penafsiran dan pemahaman atas pesan-pesan yang terkandung di dalam al-Qur’an. Al-Qur’an yang diturunkan dengan kadar kebahasaan dan kesusasteraan yang tinggi sekan-akan mengundang para cendekiawan muslim untuk berlomba-lomba menafsirkannya. Seiring dengan banyaknya mufassir yang bebeda pendapat dalam produk tafsir mereka, maka dipandang perlu untuk mengetahui penyebab-penyebab perbedaan  dalam penafsiran para mufassir tersebut. Hal ini dianggap perlu, agar kita tidak menjadi rancu dalam memahami setiap penafsiran yang berbeda dan agar kita bisa memilih dan memilah penafsiran yang tepat dan sesuai dengan pesan yang terkandung di dalamnya tanpa diakomodir oleh kepentingan tertentu.


2013

Vol 7, No 2 (2013): HERMENEUTIK

Tema Volume 7 No 2 2013

WAJAH TAFSIR MAUD}U’I DALAM DINAMIKA PERKEMBANGAN PENAFSIRAN

Al-Qur’an merupakan sumber intelektual dan spiritualitas Islam yang merupakan basis dan sumber inspirasi pandangan Muslim untuk pengetahuan spiritualitas, tetapi juga untuk semua jenis pengetahuan sehingga terjadi keterpaduan semua jenis pengetahuan. Al-Qur’an memberikan banyak ruang untuk dilakukan kajian sesuai dengan bidang keilmuan peneliti. Hal ini karena kesesuaian al-Qur’an berhubungan dengan fenomena yang ada di masyarakat.Al-Qur’an sebagai sumber pengetahuan dapat dijadikan sebagai objek kajian melalui beberapa pendekatan sesuai dengan ilmu kekinian yang dihubungkan dengan kemapanan masyarakat dalam menganalisanya, seperti pendekatan antropologi, sosiologi, dan lainnya. Karenanya, perlu dipublikasikan tulisan-tulisan hasil penelitian tentang al-Qur’an dan tafsirnya sehingga al-Qur’an tidak hanya menjadi kajian teks saja tetapi di-konteks-kan sesuai dengan budaya dan sosial kehidupan masyarakat.

Vol 7, No 1 (2013): HERMENEUTIK

Tema Volume 7 No 1 2013

KAJIAN TAFSIR MAUD{U’I DALAM MENGUNGKAP PESAN AL-QUR’AN

Al-Qur’an diyakini umat Islam telah memuat segala sesuatu. Ia merupakan seperangkat petunjuk yang sifatnya umum dan global yang diturunkan untuk menyelamatkan manusia dan membebaskan mereka dari segala bentuk penindasan secara moral, sosial, kultural, dan struktural, baik dalam bentuk ide maupun dalam bentuk wujud praksisnya. Misi al-Qur’an sebagai petunjuk praktis telah diteladankan oleh Nabi Saw. dengan memposisikan al-Qur’an bukan sebagai teks yang bisu, melainkan teks hidup yang bisa menjawab problem yang dihadapi manusia dalam kehidupan praktisnya.