KEBERAGAMAAN INKLUSIF ANAK USIA DINI DALAM MASYARAKAT MINORITAS: Studi Toleransi dalam Keluarga Ahmadiyah Manislor, Kuningan, Jawa Barat

Atik Wartini, Shulhan Shulhan

Abstract


Penelitian ini merupakan riset lapangan. Tema yang diangkat dalam penelitian ini adalah keberagamaan inklusif anak usia dini di keluarga Ahmadiyah Manislor, Kuningan, Jawa Barat. Ada tiga hal yang menjadi fokus penelitian ini yaitu konsep keberagamaan inklusif, pendidikan anak usia dini dalam keluarga Ahmadiyah Manislor Kuningan Jawa Barat serta implementasi keberagamaan inklusif AUD pada masyarakat tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi untuk menjelaskan konsep keberagamaan inklusif anak usia dini dan pendekatan fenomenologi untuk memotret toleransi keberagamaan anak usia dini pada keluarga tersebut. Hasil penelitian ini yaitu: (1) Konsep keberagamaan inklusif anak usia dini dapat dibangun melalui pembentukan identitas anak. (2) Pendidikan anak usia dini keluarga Ahmadiyah Manislor dilakukan melalui pembiasaan, pengenalan konsep cintai semua dan tak ada satupun yang dibenci, dialog dan penanaman jiwa sosial. (3) Implementasi keberagamaan inklusif keluarga Ahmadiyah Manislor dilakukan dengan toleransi, pembentukan identitas dan pemenuhan kebutuhan anak.

 

This field research basically explore inclusive religiosity of early childhood among Ahmadiyah families at Manislor Kuningan West Java. In this study, there are three research questions dealt with the concept of inclusive diversity for early childhood, the tolerance education within the Ahmadiyah families and the implementation of religious tolerance for early childhood in Ahmadiyah families at Manislor Kuningan West Java. This study uses content analysis approach to explain the concept of inclusive diversity of early childhood and phemenology approach to photographing religious tolerance within their family. The results of this research are: (1) The concept of inclusive diversity for early childhood based on self identity building. (2) Tolerance education for children within Ahmadiya families at Manislor done through attitude, spirit “Love for All and Hatred for None, dialog and social life building. (3) The implementation of religious tolerance for early childhood in ahmadiyya families at Manislor through tolerance, self identity building and meeting children basic needs.


Keywords


Pembentukan identitas anak, Toleransi, Ahmadiyah, Self Identity Building,Tolerance



DOI: http://dx.doi.org/10.21043/palastren.v9i1.1309

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 PALASTREN Jurnal Studi Gender

Creative Commons License
Palastren : Jurnal Studi Gender by Pusat Studi Gender STAIN Kudus is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.