HAID (MENSTRUASI) DALAM TINJAUAN HADIS

Lutfi Rahmatullah

Abstract


Penelitian ini diarahkan pada studi Ma’ani al hadis.Rumusan masalah dalam penelitian ini mengkaji entang: 1. bagaimana makna hadits menstruasi 2.Bagaimana relevansi hadits tentang masalah kesetaraan gender dan menstruasi perempuan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik-kritis dengan pendekatan historis-hermeneutis. Temuan dari penelitianini adalah: 1. Menstruasi adalah siklus biologisalami yang diberikan oleh Allah kepada perempuan.Sebagaimana tercantum dalam  kitab al-Bukhari nomor hadits 285 Kitab al-Haid, 2. Nabi menghapus pandangan tabu dan mitos seputar wanita yang sedang menstruasi.3. Meskipun agama melarang untuk melaksanakan beberapa ibadah khusus untuk wanita yang sedang menstruasi, tetapi larangan itu tidak mengindikasikan bahwa perempuan itu dalam keadaan “kotor”.

kata kunci: Haid, Hadis, Seksualitas, Perempuan.

 

This research is directed at the study of ma’any al hadits.The formulation of the problem in this study are: 1.how is the meaning of the traditions of menstruation(periods)? 2. how is the relevance of the traditions aboutthe equality gender problem of women’s menstruation.This research uses descriptive-analytic-critical method,and gender sensitive historical-hermeneutical approach.The research fids: 1. Menstruation is a natural biologicalgiven by God to women. As contained in the history ofal-Bukhari hadith number 285 Kitab al-Haid, 2. TheProphet removed barriers taboos and myths surroundingwomen menstruation. 3.  Although religion forbids tocarry out some specific worship for menstruating women,but the banning was not intended to show that women are dirty.

Keywords: Haid, Hadist, Seksuality, Women.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21043/palastren.v6i1.977

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 PALASTREN

Creative Commons License
Palastren : Jurnal Studi Gender by Pusat Studi Gender STAIN Kudus is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.