PEREMPUAN DALAM RELASI KUASA TAFSIR AL QUR’AN : TELAAH ATAS CORAK TAFSIR UMMU SALAMAH R.A

Nur Mahmudah

Abstract


Hindun bint Abi Umayyah (Ummu Salamah) merupakansahabat perempuan terpenting kedua setelah Aishah yang paling banyak terlibat dalam penafsiran al-Qur’an. Artikelini merekonstruksi tafsir Ummu Salamah dalam halsumber tafsir, sumber dan nilai sanad serta karakteritiktafsir. Studi ini menghasilkan sejumlah kesimpulan Sumber tafsir yang digunakan oleh Ummu Salamah terdirisejumlah sumber eksternal maupun internal. Kualitas sanad tafsir merentang dari s}ah}i>h, h}asan dan dha‘i>f. TafsirUmmu Salamah menafsirkan berbagai ayat baik yang berkaitan dengan aspek teologis, hukum maupun sosial.Secara khusus, untuk tafsir yang bersumber dari Nabi,mayoritas bersumber dari pertanyaan Ummu Salamahkepada Nabi atas beberapa ayat al-Quran. Upaya UmmuSalamah ini dalam satu sisi dapat mewakili keterlibatanperempuan dalam memahami dan menafsirkan al-Quran.Di samping itu, juga ditemukan adanya ayat-ayat yang secara spesifik berbicara untuk menjawab protes Ummu Salamah yang diabadikan dalam al-Quran.

 Kata Kunci: Penafsiran Perempuan, Teks Suci, UmmuSalamah


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21043/palastren.v6i2.993

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 PALASTREN

Creative Commons License
Palastren : Jurnal Studi Gender by Pusat Studi Gender STAIN Kudus is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.