FENOMENA BULLYING DI PONDOK PESANTREN AL-HIKMAH KAJEN-PATI

Ahmad Nashiruddin

Abstract


Dari dulu sampai sekarang, kehadiran pesantren masih tetap konsisten mencerdaskan generasi bangsa. Hanya saja di balik kontribusi besar pesantren selama ini, terdapat beberapa masalah yang muncul, di antaranya adalah bullying. Secara sederhana bullying diartikan perpeloncoan atau mengganggu orang yang biasanya lebih lemah atau “rendah” dari pelaku kekerasan. Namun sayangnya, banyak pesantren tidak menyadarinya, atau menganggap bullying sebagai sesuatu yang wajar, bahkan ada yang menutup-nutupinya karena dianggap aib. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan objek penelitian di Pondok Pesantren Alhikmah-Kajen, dan subjek penelitian ini ada ada empat santri dan satu pengurus santri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku bullying dan untuk mengetahui dinamika psikologis korban dan pelaku. di Program Pesantren Alhikmah-Kajen. Hasilnya, terdapat perilaku bullying, adapun perilaku bullying yang terjadi adalah bersifat verbal dan non-verbal. Secara verbal ditunjukkan dengan umpatan (kata-kata kotor), meledek, membentak, membuat label-label negatif, memarahi, dan mengancam. Sementara secara non verbal, yakni memukul, menendang, mempermainkan kepala, meminjam dengan paksaan, merusak barang temannya, memaksakan kehendak, mencubit, mengisolasi sosial (tidak diajak bermain), memukul dengan peci, menyiram air saat tidur, mengambil perlengkapan mandi, dan menggigit. Pada aspek dinamika psikologis korban bullying, rata-rata mereka secara fisik atau jenjang sekolah lebih di bawah pelaku, lebih lemah fisiknya, lebih kecil tubuhnya, dan usianya di bawah pelaku, pendiam, kemampuan bersosialisasinya rendah, kecerdasan yang rendah, penakut, strata ekonomi yang lebih rendah, tidak nyambung dengan pemikiran dan cara pandang teman-temannya, jarang ditengok oleh orang tua. Sementara dinamika psikologi pelaku bullying adalah menganggap dirinya lebih unggul, secara fisik lebih besar dan kuat, secara usia lebih besar, secara strata ekonomi lebih tinggi, sejak awal sudah memiliki pola kasar, pelaku adalah sosok yang dimanja, pelaku bullying akan mengulangi perbuatannya, dan para pelaku senang dengan tontonan kekerasan (agresif). Sementara dinamika psikologis dalam konteks situasi, (1) lengahnya atau tidak adanya pengurus karena ada tugas lain, (2) pengurus tidak responsif, (3) para pemangku tidak menyadari adanya bullying, (4) tidak memisahkan tempat tinggal secara spesifik, faktanya yang terjadi semua anak baik besar/kecil dicampur tanpa ada pemilahan.

 


Keywords


Fenomena, Bullying, Pesantren, dan Santri

References


Argiati, S.H.B. Studi Kasus Perilaku Bullying pada Remaja di Yogyakarta. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa. Jurnal Penelitian BAPPEDA Yogyakarta, Vol; 5,

Barbara Coloroso. Stop Bullying, Serambi; Jakarta, 2007.

Diane E. Papalia dkk, Human Development (Psikologi Perkembangan), Jakarta: Kencana, 2010.

Elizabeth B. Hurlock, Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, Jakarta: Erlangga, 1980.

Hasbullah, Kapita Selekta Islam, Jakarta; Rajawali Pers, 1999.

Jafar Shodiq Sahrudin Sarkadi dan Herawati, Perilaku Sosial Santri Di Pondok Pesantren Darul Muttaqien (Ditinjau dari Perbedaan Jenis Kelamin, Pekerjaan, Wali Murid dan Asal Sekolah Santri), Jurnal PPKN UNJ, Volume 2, Nomor 4, Tahun 2014, hal, 5.

John W. Santrock, Perkembangan Anak, Jakarta: Erlangga, 2007.

Krahé, B. Perilaku Agresif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.

Papalia Olds Feldman, Human Developmant: Perkembangan Manusia, Jakarta: Salemba Humanika, 2009.

Qamar, Mujamil, Pesantren dari Transformasi Metodologi Menuju Demokratisasi Institusi, Jakarta; Erlangga, 2005.

Salim, Agus, Teori Paradigma Penelitian Sosiologi (dari Denzim Guba Dan Penerapannya), Yogyakarta: Tiara Wacana, 2001.

Thayyib, Anshari, Siasat Kyai Pinggiran, Surabaya; Risalah Gusti, cet. i, 1997.

Tim Sejiwa. Bullying: Mengatasi Kekerasan di Sekolah dan Lingkungan. Jakarta: PT. Grasindo, 2008.

William Crain, Teori Perkembangan: Konsep dan Aplikasi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.

Zada, Khamami dkk, Intelektual Pesantren, Jakarta: Diva Pustaka, 2003.

Wawancara dan Observasi di Pondok Pesantren Al-Hikmah Kajen-Pati, pada tanggal 29Juni-29 Juli 2019.




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/quality.v7i2.6295

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 QUALITY

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 Indexed by :

http://journal.stainkudus.ac.id/indexing/crossref.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/4.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/5.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/isjd.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/ipi.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/sinta.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/academiaedu.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/10.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/esji.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/globethics.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/issuu.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/journalfactor.jpg

Creative Commons License
Quality by Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.