Pemberian Kombinasi 2,4-D Dan Kinetin Terhadap Induksi Protocorm Like Bodies (PLB) Anggrek Grammatophyllum scriptum Secara In Vitro

Atika Okta Melisa

Abstract


Grammathopyllum scriptum merupakan salah satu anggrek yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Anggrek ini tersebar di wilayah Papua dan Sulawesi. Tanaman anggrek sulit untuk dikembangbiakan secara alami, termasuk G. scriptum, sehingga dibutuhkan teknik kultur jaringan untuk membantu pelestariannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi hormon 2,4-D dan kinetin terhadap induksi protocorm like bodies (plb) anggrek G. scriptum secara in vitro. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu kombinasi 2,4-D (2mg/L, 4 mg/L, 6 mg/L, 8 mg/L, 10 mg/L) dan kinetin (1 mg/L dan 2 mg/L) serta kontrol (MS0) dengan 3 ulangan. Data yang diambil berupa data kualitatif dengan mengamati morfologi plb, dan data kuantitatif dengan menghitung panjang plb. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kombinasi hormon 2,4-D dan kinetin tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang plb.42,5% eksplan membentuk plb. Plb terbentuk pada konsentrasi 2 mg/L 2,4-D dan 1 mg/L kinetin hingga konsentrasi 6 mg/L 2,4-D dan 1 mg/L kinetin.

Full Text:

PDF

References


Abbas, B., Listyorini, F.H., and Amriati, B. (2011). In vitro seeds germination and plantlets development of Grammatophyllum scriptum Lindl. (Orchidaceae). International Research Journal of Plant Science 2(5): 154-159.

Abidin, Z. (1985). Dasar-dasar Pengetahuan tentang Zat Pengatur Tumbuh. Bandung: CV. Angkasa. Dorusposari, B. (2003). Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Kinetin dan Naphtalene Asetic Acid terhadap Pembentukan dan Perkembangan Meristem Ujung Batang Tanaman Anggrek Hibrida Phalaeonopsis “Star of Rio” secara in vitro.Skripsi.Fakultas Biologi UGM Yogyakarta. Fitrianti, A. (2006). Efektivitas Asam 2,4-Diklorofenoksiasetat (2,4-D) dan Kinetin pada Medium MS dalam Induksi Kalus Sambiloto dengan Eksplan Potongan Daun. Semarang : UNNES. Gunawan, L.W. (1988). Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan. Bogor: Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan Pusat Antar Universitas (PAU) Bioteknologi IPB. Kalimuthu, K., R. Senthilkumar, and S. Vijayakumar. (2007). In vitro Micropropagation of Orchid Oncidium sp. (Dancing Dolls). African Jurnal of Biotechnology 6(10): 1171-1174. Meyer, J.L.S., G.C. Stancato and B. Appezzato-Da-Gloria. (2010). Direct Regeneration of Protocorm-like Bodies (PLBs) from Leaf Apices of Oncidium flexuosum Sims (Orchidaceae). Plant Cell Tissue Organ 103: 411-416. Ng, C., N. M. Saleh and F.Q. Zaman. (2010). In Vitro Multipication of the Rare and Endangered Slipper Orchid, Paphiopedilum rothschildianum (Orchidaceae). African Journal of Biotechnology. 9(14): 2062-2068 Smith, R.H. (1992). Plant Tissue Culture: Technique and experiments. New York: Academic Press Inc. Sulistiarini, D. (2008). Keanekaragaman Jenis Anggrek Pulau Wawonii. Berk. Penel. Hayati 14: 21-27. Sutriyan, Y. (1992). Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan tentang Sel dan Jaringan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Wijayani, Y., Solichatun, W. Mudyantini. (2007). Pertumbuhan Tunas dan Struktur Anatomi Protocorm Like Body Anggrek Grammatophyllum scriptum (Lindl.) Bl. Dengan Pemberian Kinetin dan NAA. Bioteknologi. 4(2): 33-40. Zulkarnain. (2009). Kultur Jaringan Tanaman. Jakarta: Bumi Aksara.




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/jobe.v1i1.3534

Refbacks

  • There are currently no refbacks.