ANALISIS JENIS PERTANYAAN YANG DIAJUKAN MAHASISWA MAGANG DI SMA KOTA SUKABUMI BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM REVISI PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN

Teguh Rachmatuloh Effendi, Suhendar Suhendar, AA Juhanda

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemunculan jenis pertanyaan yang diajukan mahasiswa magang di SMA Kota Sukabumi berdasarkan taksonomi bloom revisi pada konsep pencemaran lingungan. Objek penelitian adalah tigaorang calon guru biologi yang mengajar di sejumlah SMA Kota Sukabumi Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase jenis pertanyaan yang diajukan mahasiswa magang atau dari tiga calon guru rata-rata menggunakan pertanyaan tingkat rendah (Lower-Order Thinking Skills) yaitu pada mahasiswa magang ke satu pada aspek kognitif C1 faktual 16,66% dan C1 konseptual 16,66%, sedangkan aspek kognitif C2 konseptual 50%, dan aspek kognitif C3 prosedural 16,66%. Pada hasil persentase jenis pertanyaan mahasisswa magang ke dua pada aspek kognitif C1 dan aspek pengetahuan faktual 28,57%, C1 konseptual 14,28%, dan C2 faktual 14,28%, C2 konseptual 42,85%, kemudian persentase pertanyaan tingkat tinggi pada aspek kognitif C6 dan aspek pengetahuan konseptual 14,28%. Lalu pada hasil persentase mahasiswa ke tiga menunjukan aspek kognitif C1 faktual 42,85%,C1 konseptual 14,28%. Aspek kognitif C2 konseptual 14,28%, sedangkan aspek kognitif C5 prosedural 14,28%. Rata-rata persentase kemunculan jenis pertanyaan yang diajukan mahasiswa magang masih tergolong menggunakan pertanyaan tingkat rendah yaitu dari C1sampai C3 meskipun dari hasil penelitian menunjukan ada kemunculan meggunakan pertanyaan tingkat tinggi.

 

Kata Kunci: Jenis Pertanyaan, Mahasiswa Magang, Taksonomi Bloom Revisi


Full Text:

PDF

References


Ahmadi, A. (1977). Dasar-Dasar Praktek Mengajar. CV Toha Putra. Semarang.

Arikunto. (2013). Prosedur penelitian (suatu pendekatan praktek). Jakarta: Rineka Cipta.

Bloom, B.S.Et Al. (1956). The Taxonomy Of Educational Objectives The Classificaion Of Educationa Goal, Handbook I: Cognitive Domain. New York: David McKay.

Juhanda, I. A. (2014). Analisis Soal Jenjang Kognitif Taksonomi Bloom Revisi Pada Buku Sekolah Elektronik (BSE) Biologi SMA, 501, 61–66.

Mauigoa, L., dan Tekene. 2006. Enhancing Teachers’ Questioning Skills to Improve Children’s Learning and Thinking in Pacific Island Early Childhood Centres. Journal of Teachers’ Work. 3(1): 12-23.

Nasution, S. (2009). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Rofiah, E, dkk. (2013). Penyusun Instrumen Tes Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika pada Siswa SMP. Jurnal pendidikan fisika, vol.1 No.2. 17-21.[online]. Tersedia : http://download.portalgaruda.org/.php?.

Sarwono, Sarlito Wirawan. (1978). Perbedaan antara Pemimpin & Aktifitas dalam Gerakan Protes Mahasiswa. UI-Press. Jakarta.

Shen. P dan B. Yodkhumlue. (2006). Teacher’s Questioning and Student’s Critical Thinking in College ELF Reading Classroom. The 8th international Postgraduated Research Colloqium: Interdiciplinary Approach of Enchancing Quality of Life IPRC Procceedings: 44-53.

Sofa. (2008). Keterampilan Bertanya Pada Siswa. [Online]. Tersedia: https://areknerut.wordpress.com/2012/12/30/978/

Widodo, A. (2006). Profil Pertanyaan Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Sains Profil Pertanyaan Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Sains. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(2), 139–148.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.