Perbandingan Kandungan Serat Kasar Selai Cempedak yang Diperam Secara Tradisional dan Menggunakan Karbid

Dwi Nur Aini Dahlan

Abstract


Buah cempedak merupakan salah satu buah yang banyak mengandung serat makanan. Teknologi pemeraman buah cempedak diduga memiliki dampak terhadap kandungan serat kasar terutama ketika diolah menjadi selai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pemeraman yang tepat untuk menghasilkan selai cempedak yang mengandung serat kasar positif untuk mendapatkan mutu terbaik selai cempedak. Analisis data menggunakan uji One Way Anava dengan bantuan SPSS statistic 21. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang nyata dengan nilai signifikansi 0.55 pada kandungan serat kasar antara selai cempedak yang diperam secara tradisional dengan cempedak yang diperam dengan menggunakan karbit. Kandungan serat kasar selai cempedak yang diperam secara tradisional (nilai rata-rata: 0.75) lebih tinggi dibandingkan selai cempedak yang diperam dengan menggunakan karbit (nilai rata-rata: 0.49)
Kata kunci : Serat Kasar, Serat Kasar Selai, Selai Cempedak, Pemeraman Buah


Keywords


Crude Fiber, Crude Fiber Jam, Cempedak Jam, Fruit Ripening

Full Text:

PDF

References


AACC. 2001. The Definition of Dietary Fiber. Cereal Fds. World.

Andreas pandiangan, Faizah Hamzah dan Rahmayuni, 2017,

pembuatan selai campuran buah pepaya dan buah terung belanda. Jom fakultas pertanian, volume 4 no 2. Riau

Arif, A.B., Wahyu D, Enrico S, Suyanti dan Setyadjit. 2014. Optimization of Ripening Technology in Cempedak Fruit (Artocarpus champeden). Journal infromatika pertanian. Vol 23 no 1 juni 2014: 35-46

Arifin, H., Delvita, V., Almahdy, 2007, Pengaruh Pemberian Vitamin C Terhadap Fetus Mencit Diabetes, Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, 12(1), 32-40.

Dahlan, DNA. 2018. The Influence of Cempedak (Artocarpus champaden Lour.) Ripening Variation on Organoleptic Properties of Jam Produced. Int. J. Curr. Res. Biosci. Plant Biol. (2018) 5(6), 58-65.

Englberger, L., Schierle, J., Kraemer, K., Aalbersberg, W., Dolodolotawake, U., Humphries, J., Graham, R., Reid, A. P., Lorens, A., Albert, K., Levendusky, A., Johnson, E., Paul, Y., Sengebau, F., 2008, Carotenoid and mineral content of Micronesian giant swamp taro (Cyrtosperma) cultivars, JFCA, 21, 93-106.

Harland, B.F. and D. Oberleas. 2001. Effects of Dietary Fiber and Phytate on the Homeostasis and Bioavailability of Minerals. CRC Handbook of Dietary Fiber in Human Nutrition, 3rd Ed,G.A. Spiller, ed.,CRC Press, Boca Raton. 2001.

Heriyanto, 2009, Karotenoid (Beta-karoten), (online), (http://repository.usu.ac.id/ bitstream/123456789/20091/4/k arotenoid(beta-karoten).pdf,

Hock-Eng, K., Prasad, K. N., Kin-Weng, K., Jiang Y., dan Ismail, A., 2011, Carotenoids and Their Isomers: Color Pigments in Fruits and Vegetables, J. Molc., 16, 1710- 1738.

Kaleka, N. 2013. Commercial Bananas. Arcita Publisher. Surakarta. first edition

Leong L. P dan G. Shui. 2002. An Investigation Of Antioxsidant Capacity of Fruit in Singapore Markets. Food Chemistry. 76: 69-75

Lubis Z, Ikhwal A, dan Ginting S. 2014. Pengaruh Konsentrasi Pektin dan lama penyimpanan terhadap mutu selai nanas lembaran. Jurnal rekayasa pangan dan pertanian. Vol 4 no 4 tahun 2014

Nair,S. dan Z. Singh, 2003. Pre-storage ethrel dip reduces chilling injury enhances respiration rate, ethylene produsction and improves fruit quality of „Kensington‟ mango. Food, Agriculture & Environment.1(2) : 93-97

Ottaway, P.B. 1999. The Technology of Vitamins in Food. Aspen Publisher, Inc. Garthersburg. Marryland.

Parwata, O.A., Ratnayani, K., Listya, A. 2010. Aktivitas antiradikal bebas serta kadar betakaroten pada madu randu(Ceiba pentandra) dan madu kelengkeng (Nephelium Longata L) jurnal Kimia 4 vol 1 januari 2010:54-62. ISSN 1907-9850.

Piliang, W.G. dan S. Djojosoebagio, Al Haj. 2002. Fisiologi Nutrisi. Vol. I. Edisi Ke-4. IPB

Risti Febriani, Kapti Rahayu Kuswanto, Linda Kurniawat. (2018) KARAKTERISTIK SELAI FUNGSIONAL YANG DIBUAT DARI RASIO BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyhizus)-JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava)-NANAS MADU (Ananas comosus) DENGAN VARIASI PENAMBAHAN GULA. Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Universitas Slamet Riyadi Surakarta.

Septi Erlinda Dewi . 2014. Perbandingan Kadar Vitamin C , Organoleptik dan Daya Simpan Selai Buah Tomat (Lycopersicum wsculentum) dan Pepaya (Carica papaya) yang ditambahkan Gula Pasir. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sidauruk, M. 2011. Studi pembuatan selai campuran dami nangka (Artocarpus heterophyllus) dengan belimbing wuluh (Averrhoa blimbi L). Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Padang.

SNI. 2008. Selai buah. SNI 374: 2008. Jakarta: BADAN STANDARISASI NASIONAL.

Subawati, Reni Kusumaningtyas dan Leenawaty Limantara, 2009, Isomerisasi dan Oksidasi Senyawa Karotenoid dalam Buah Kelapa Sawit Selama Pengolahan CPO, Indonesian Journal of Chemistry, Vol 9 No 1: 48 - 53

Suryanegara, 2012. Traditional Fruit Diving Using Gamal Leaf (Glircidia Maculata), Dapdap, Gerombong And Carbit. http://wayansuryanegara.blogspot.co.id/2012/04/pengeraman-buah-secara tradisional.html. accessed on 20 March 2018

Tetty, NAH. 2011. The influence of comparative concentration of sucrose and cempedak juice (artocarpus integer (tunb.) Merr.) On quality of candy jelly during on storage periode (Essay). Faculty of Technobiology of Biology Program. Atma Jaya University Yogyakarta

Tim penulis PS. 1998. Agribusiness of Fruit Plants. Jakarta: Niaga Swadaya. ISBN 97948919

Winarno, F.G., Fardiaz. S dan Fardiaz, D. 2002. Pengantar teknologi pangan. Jakarta. PT gramedia.




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/jobe.v3i1.6601

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jobe Journal Indexed by :

http://journal.stainkudus.ac.id/indexing/crossref.jpghttp://journal.stainkudus.ac.id/indexing/googlescholar.jpgHasil gambar untuk gambar garba rujukan digital