Open Journal Systems

KONSEP RIYÂDHAH AL-SHIBYAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER KELUARGA ISLAMI

Anisa Listiana

Abstract

Seorang anak akan menerima pengaruh apapun dari orang lain, oleh karena itu pelatihan atau pembinaan akhlak merupakan hal yang seharusnya dimulai sejak usia dini. Sejak awal anak harus dihindarkan dari lingkungan yang jelek dan harus diasuh oleh wanita yang shalihah, kuat dalam melaksanakan ajaran agama, dan tidak makan kecuali makanan yang halal. Kemudian pada saat kemampuan membedakan antara yang baik dan buruk (tamyiz) mulai muncul dalam diri anak, perhatian harus lebih ditingkatkan lagi untuk memastikan bahwa ia mampu menempatkan nilai kebaikan pada hal-hal yang memang baik dan nilai keburukan kepada hal-hal yang memang buruk. Gambaran tentang bagaimana membimbing dan membina anak sejak dini supaya berakhlak mulia merupakan  hal yang  relevan dengan tujuan dan fungsi dari bimbingan dan konseling Islami, yaitu suatu usaha membantu manusia agar ia menggunakan potensi ikhtiarnya untuk memiliki dan menciptakan lingkungan yang positif sebagai salah satu upaya, preventif, kuratif dan developmental dari hal-hal yang mengotori jiwa manusia dalam membangun kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat secara Islami. Konsep itulah yang dikenal dengan Riyadhatusy Syibyan.

Keywords


Riyâdhah Al-Shibyan, Karakter, Keluarga Islami

References


Agus Creamers, 1995, Tahap-Tahap Perkembangan Menurut Jums W. Fowler, Kanisius, Yogyakarta

Ahmad Mustafa Al-Maraghi, , 1994, Terjemah Tafsir Al-Maraghi, Juz 13, 14 dan 15, Cet. Kedua, terj. Umar Situnggal, Hery Noer Aly, Bahrun Abu Bakar, CV. Toha Putra, Semarang.

Ali Al-Jumbulati dan Abdul Futuh At-Tuwaanisi, 2002, Perbandingan Pendidikan Islam, terj. HM. Arifin, Renika Cipta, Jakarta.

Al-Ghazali, 1992, Ihya Al-Ghazali (Terj. Ismail Yakub), Jilid IV, CV. Faizan, Jakarta,.

Al-Ghazali, 2001, Mengobati Penyakit Hati, terj. Muhammad Al-Baqir, Cet. IX, Karisma, Bandung.

Ary Ginanjar Agustian, 2001, Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ : Emotional SpiritualQuotient Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam, Arga Wijaya Persada, Jakarta.

Aunur Rahim Faqih, 2001, Bimbingan Konsling dalam Islam, UUI Press, Yogayakarta.

Depag. RI., 2000, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al-Qur’an, Jakarta.

Gerald Corey, 1988, Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy, terj. E. Koeswara, teori dan Praktek dari Konseling dan Psikoterapi, Eresco, Bandung.

Hamdan Rajih, 2002, Mengakrabkan Anak dengan Tuhan Menghantarkan Generasi Muda ke Jalan Surgawi, terj. Abdul Wahib Hasan, Ach. Maimun Syamsuddin, Diva Press, Yogyakarta.

Husain Mazhahari, 1999, Pintar Mendidik Anak ; Panduan bagi Orang Tua, Guru, dan Masyarakat Berdasarkan Ajaran Islam, terj. Segaf Abdillah Assegaf dan Miqdad Turkan, Lentera, Jakarta.

Jalaluddin, Psikologi Agama, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Kartini Kartono, 1995, Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan), CV. Mandar Maju, Bandung.

Muhammad ‘Ali Quthb, 1993, Sang Anak dalam Naungan Pendidiakn Islam, terj. Bahrun Abu Bakar Ihsan, CV. Diponegoro, Bandung.

Ngalim Purwanto, 1997, Psikologi Pendidikan, Cet. XII, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.

Rudolf Dreikurs, Vicki Solf, , 1990, Mendidik Anak Menjadi Bahagia ; Sebuah Tantangan Bagi Orang Tua Modern, terj. A. Sony Keraf, Dwi Citra Utama, Jakarta.

Sayekti Pujosuwarno, 1994, Bimbingan Konsling Keluarga, Menara Mas Ofset, Yogyakarta.

Thohari Musnamar, dkk., 1992, Dasar-dasar Konseptual Bimbingan dan Konseling Islam, UII Press, Yogyakarta.

Zainuddin, dkk, , 1991, Seluk Beluk Pendidikan dari Al-Ghazali, Bumi Aksara, Bandung.

Zakiyah Daradjat, 2001. Peranan Agama dalam Kesehatan Mental, Gunung Agung, Jakarta.


Full Text: PDF (Bahasa Indonesia)

DOI: 10.21043/kr.v8i2.2934

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.