Open Journal Systems

Kajian Ma'anil Hadis Terhadap Hadis Larangan Perempuan Mengantarkan Jenazah

Ismatullah Ismatullah

Abstract

Abstrak
Tulisan ini mengkaji hadis larangan perempuan mengantarkan jenazah dengan menggunakan metode ma’anil hadis.Berdasarkan hasil penelusuran didapatkan data bahwa hadis tentang larangan perempuan mengantarkan jenazah terdapat di beberapa kitab hadis seperti Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Ibn Majah, Sunan Abu Dawud, dan Musnad Ahmad Ibn Hambal.Dari semua kitab hadis tersebut sahabat yang meriwayatkan hadis adalah Ummu ‘Atiyah. Hadis-hadisnya berstatus marfu’ (sampai kepada Rasulullah) dan sanadnya bersambung mulai dari perawi pertama sampai kepada mukharrij hadis. Dalam tulisan ini, pembahasan difokuskan pada hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, dan menghasilkan kesimpulan bahwa hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari berstatus shahih. Dengan menggunakan metode ma’ani al-hadis, hadis tentang larangan perempuan mengantarkan jenazah tidak hanya bisa dipahami secara tekstual tetapi juga dapat dipahami secara kontekstual. Faktor historis pada saat disabdakannya hadis ini, sangat membantu dalam memahami hadis secara benar. Keikutsertaan perempuan mengantarkan jenazah sampai ke kuburan kalau melihat konteks sekarang bukanlah suatu masalah, lebih-lebih mengantarkan jenazah merupakan suatu amalan ibadah asalkan perempuan mampu menjaga dari hal-hal yang akan menimbulkan fitnah bagi dirinya. Mengantarkan jenazah bukanlah suatu larangan yang bersifat mutlak, tetapi tampaknya lebih merupakan penggambaran situasi atau realitas sejarah Islam saat itu dimana keberadaan posisi perempuan kurang menguntungkan.

Keywords


Hadis; Larangan Perempuan Mengantarkan jenazah; Ma’anil Hadis

References


Daftar Pustaka

Al-‘Asqalani, I. H. (n.d.). Tahzib at-Tahzib.

Al-Adlabi, S. al-D. bin A. (1983). Manhaj Naqd al-Matan. Beirut: Dar al-Afaq al-Jadalah.

Al-Asqalani, A. ibn A. ibn H. (n.d.). Fath al-Bari: Syarah Sahih al-Imam Abu Abdullah ibn Isma’il al-Bukhari. Beirut: al-Muktabah al-Salafiyah.

Al-Asqalani, A. ibn A. ibn H. (1984). Tahzib al-Tahzib. Beirut: Dar al-Fikr.

Al-Bukhari, M. I. I. bin I. (n.d.-a). Kitab al-Tarikh al-Kabir. Beirut: Dar al-Kutub al-‘ilmiyah.

Al-Bukhari, M. I. I. bin I. (n.d.-b). Shahih al-Bukhari. Bandung: Maktabah Dahlan.

Al-Hisyami, M. A. (1996). Syahsiyyah Mar’ah al-Muslimah. Beirut: Dar al-Basyar.

Al-Kahlani, M. bin I. (1991). Subulus Salam. Surabaya: al-Ikhlas.

Al-Khatib, M. ‘Ajjaj. (1989). Usul al-hadis Ulumuah wa Mustalahuh. Beirut: Dar al-Fikr.

Al-Syistani, A. D. S. al-A. (n.d.). Sunan Abu Dawud. Bandung: Maktabah Dahlan.

Al-Thah}h}ān, M. (n.d.). Taysīr Mus}t}alah} al-H}adīs.

Al-Zahabi, I. S. al-D. M. ibn A. ibn U. (n.d.). Mizan al-I’tidal. Beirut: Dar al-Fikr.

Baidan, N. (1999). Tafsir bi al-Ra’yi: Upaya Penggalian Konsep Wanita dalam al-Qur’an. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Demak, A. K. (2011). Kepemimpinan Wanita Dalam Islam. In S. Syamsuddin (Ed.), Al-Qur’an dan Isu-isu Kontemporer. Yogyakarta: eLSAQ Press.

Hambal, A. ibn. (n.d.). Musnad Ahmad ibn Hanbal. Beirut: Dar al-Fikr.

Hasyim, S. (2001). Hal-hal yang Tak Terpikirkan tentang Isu-isu Keperempuanan dalam Islam. Bandung: Mizan.

Ismail, M. S. (1987). Hadis Nabi yang Tekstual dan Kontekstual, Telaah Ma’an al-Hadis Tentang Ajaran Islam yang Universal, Temporal dan Lokal. Bandung: Bulan Bintang.

Ismail, M. S. (1992). Metodologi Penelitian Hadis Nabi. Jakarta: Bulan Bintang.

Ma’luf, L. (1986). al-Munjid fi al-Lugah wa al-‘Alam. Beirut: Dar al-Masyriq.

Majah, I. (1992). Sunan Ibn Majah. Semarang: Asy Syifa.

Munawir, A. W. (1997). Kamus al-Munawwir (14th ed.). Surabaya: Pustaka Progresif.

Muslim, I. (n.d.). Shahih Muslim. Mesir: ‘Isa al-Baba al-Halabi.

Suryadi. (2002). Rekonstruksi Metodologis Pemahaman Hadis Nabi. In S. dan H. Ilyas (Ed.), Wacana Studi Hadis Kontemporer. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Wensinck, A. (1937). Mu’jam Mufahras li Ahfaz al-Hadis al-Nabawi. Leiden: EJ. Brill.




DOI: 10.21043/riwayah.v2i2.3144

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.