Open Journal Systems

MEMAHAMI HADIS UKHUWWAH DALAM KONTEKS MEDIA SOSIAL (UPAYA MEMBANGUN ETIKA SOLIDARITAS SOSIAL)

saifudin saifudin

Abstract

Manusia dilahirkan sebagai makhluk sosial yang bersaudara satu dengan lainnya (ukhuwa). Berawal dari tingkat sosial terkecil (keluarga) dan berkembang dalam lingkungan yang lebih besar- dari sosial tingkat dasar sampai dengan tingkatan pemerintah, semua berhubungan dengan letak dasar keluarga. Solidaritas sosial yang ada belum mampu menunjukkan ikatan sosial dalam bentuk ikatan ideologi, agama atau hubungan manusia dengan sesama dalam lingkup bernegara.

Dengan memahami hadis ukhuwa, studi ini diharapkan mampu memberikan pandangan sosial yang berhubungan dengan ukhuwa  dalam dunia virtual, pada sosial masyarakat industri yang sangat modern yang mana arus informasi berubah sangat cepat dari berbagai penjuru dunia. Ukhuwa dibangun dengan tiga pilar utama, pertama, simpati, tanggung jawab moral dan solidaritas sosial. Pilar- pilar tersebut seakan sudah terlaksana dalam aspek kehidupan. Akan tetapi, pilar-pilat tersebut akan berbeda dengan kenyataan jika dalam lingkup virtual.

The birth of the brotherhood (ukhuwa) was inspired by the human existences as social human being. The human was born from the most little social institution (family) and than to be grown in the biggest environment- from the basic society level until the governmental level, all of which rest on family ties. Solidarity shown by society in a social sphere, shows that there are many social engagement that cannot be separated either in the name of ideology, religion, or a formal relationship between the members in a country.With understanding to hadith of  ukhuwa, this study has found the sociological reality of interwoven ukhuwa  in the virtual world, in an ultra modern industrial society which is changing very rapidly due to the current flood of information coming from all over the world. The ukhuwa building is supported by three important pillars, namely a sense of sympathy, moral commitment, and social solidarity. The pillars at a glance resemble to what happens in the real social world. However, the pillars are manifested in different forms in accordance with reality in virtual space.


Keywords


persaudaraan, struktur sosial baru, teknologi informasi

References


Al -Buga>, M. (1998). Al-Wafi> fi> Syarh} al-Arba‘i>n Al-Nawawi>. Bairut: Da>r Ibn Kasir.

Foucault, M. (2002). Power/ Knowledge. Yogyakarta: Bentang Budaya.

Goulet, D. (1977). The uncertain promise: value conflicts in technology transfer.

Hamidah. (2015). Al-Ukhuwwah al-Ijtima’iyah wa al-Insaniyah: Kajian terhadap Pluralisme Agama dan Kerjasama Kemanusiaan. Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia, Intizar, Vol. 21, No. 2, 2015.

Johnson, D. P. (1988). Teori Sosiologi Klasik dan Modern I. Jakarta: Gramedia.

Kellner, D. (2010). Budaya Media, Cultural Studies, Identitas, dan Politik: antara Modern dan Postmodern. Yogyakarta: Jalasutra.

Lee, R. D. (1997). Overcoming Tradition and Modernity The Search for is amic Authenticity. USA: Westview Press.

Ortega, J. (n.d.).

Pilliang, Y. A. (2010). Post Realitas, Realitas Kebudayaan dalam Era Post Metafisika. Yogyakarta: Jalasutra.

Poloma, M. M. (1992). Sosiologi kontemporer. Bandung: Rajawali Press.

Ritzer, G. (2017). Modern sociological theory. Sage.

Syarifuddin. (2012). Konsep Teologi Hasan Hanafi. Jurnal Substantia,Vol. 14, No. 2, Oktober 2012.


Full Text: PDF

DOI: 10.21043/riwayah.v3i1.3464

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.