Open Journal Systems

Legitimasi Kepemimpinan Bani Quraisy

Ozi Setiadi

Abstract

Kepemimpinan Bani Quraisy mendapatkan perhatian khusus dari Rasulullah Muhammad Saw. Perhatian ini dituangkan dalam hadis yang banyak diriwayatkan oleh perawi hadis. Imam Ahmad, Imam Bukhari, dan Imam Muslim adalah ulama-ulama yang juga meriwayatkan hadis tersebut. Hal ini juga mendapatkan perhatian dari pemikir Islam. Al-Farabi, Ibnu Thaimiyyah, Al Farabi dan Nashiruddin Thusi memiliki pendapat yang berbeda. Secara umum dapat disimpulkan pendapat para ulama hadis dan pemikir Islam bahwa; Pertama, secara tekstual tidak terjadi perdebatan tentang hadis kepemimpinan Bani Quraisy dan pemikir Islam menerima hal ini. Kedua, Bani Quraisy menjadi ketentuan yang sunatullah, menjadi pemimpin dalam cakupan global, tetapi tidak regional. Ketiga, kepemimpinan dalam cakupan regional memberikan peluang bagi pemimpin yang berasal dari non Bani Quraisy untuk menduduki jabatan kepempimpinan. Keempat, kesempatan untuk menjadi pemimpin bagi kalangan non Bani Quraisy harus tetap memperhatikan kriteria-kriteria  atau syarat-syarat menjadi pemimpin. Mulai dari siapa yang memilih kemudian siapa yang akan dipilih.

 

Keywords


Legitimasi, Kepemimpinan

References


Abu Muhammad Abdul Mahdi bin Abdul Qadir bin Abdul Hadi, “Thariq Takhrij Hadis Rasulullah Saw.,” terj. Said Agil Husin Al-Munawar dan Achmad Rifqi Muchtar, Metode Takhrij Hadis. Semarang: Toha Putra, 1994.

Asy-Syathiri, “Kepemimpinan Ideal dalam Mazhab Syafi’i,” dalam https://www.kiblat.net/2016/11/15/kepemimpinan-ideal-dalam-mazhab-syafii/2/ (diakses pada tanggal 01 Nopember 2017)

Diana, Rashda. “Al-Mawardi dan Konsep Kenegaraan dalam Islam,” Tsaqofah Jurnal Peradaban Islam, Vol. 13, No. 1, Mei 2017, 168 dalam https://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/tsaqafah/article/viewFile/981/777 (diakses pada tanggal 09 Nopember 2017).

Hitti, Philip K. History of the Arabs. London: Macmillan University Press, 1970.

Imam al-Mawardi, al-Ahkam al-Sulthaniyyah, terj. Fadhli Bahri, Hukum-hukum Penyelenggaraan Negara dalam Syariat Islam. Jakarta: Darul Falah, 2006.

Khalik, Abu Tholib. “Pemimpin Non-Muslim dalam Perspektif Ibnu Taimiyah,” ANALISIS: Jurnal Studi Keislaman, Volume 14, Nomor 1, Juni 2014, 74 dalam https://media.neliti.com/media/publications/58306-ID-pemimpin-non-muslim-dalam-perspektif-ibn.pdf (diakses pada tanggal 06 Nopember 2017).

Khoir, Moh. Misbakhul. “Kultur Arab Dalam Hadis Pemimpin Negara Dari Suku Quraysh,” Mutawâtir: Jurnal Keilmuan Tafsir Hadis, Volume 4, Nomor 2, Desember 2014, 250, dalam mutawatir.uinsby.ac.id/index.php/Mutawatir/article/download/60/58 (diakses pada tanggal 06 Nopember 2017).

Mahmud Al Thohhan, “Ushuul At-Takhrij wa Dirosat Al-Asaanid,” terj. Said Agil Husin AL Munawar dan Masykur Hakim, Dasar-Dasar Ilmu Takhrij dan Studi Sanad. Semarang: Toha Putra Group, 1995.

Nasution, Hasyimsyah. Filsafat Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999.

Syadzali, Munawwir. Kontekstualisasi Ajaran Islam. Jakarta: PHI dan Paramadina, 1996.

Syalaby, Achmad. “Dua Alasan Allah Muliakan Suku Quraisy,” Pusat Data Republika dalam http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/16/01/19/o16i 7r34-dua-alasan-allah-muliakan-suku-quraisy (diakses pada tanggal 6 Nopember 2017).




DOI: 10.21043/riwayah.v5i1.5588

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.