Fundamentalisme dan Radikalisme dalam Pusaran Krisis Politik di Timur Tengah

Abdurrohman Kasdi

Abstract


Artikel ini mengkaji tentang eksistensi fundamentalisme dan radikalisme dan pengaruhnya dalam krisis politik di Timur Tengah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sosiologi agama dan pendekatan sejarah. Menggunakan pendekatan sosiologi agama, karena studi tentang fundamentalisme dan radikalisme sangat terkait dengan agama-agama. Selain itu, juga menggunakan pendekatan sejarah, karena mengkaji politik timur tengah sangat berkaitan dengan latar belakang sejarah, sosial, politik, budaya, ekonomi dan lain sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis politik di Timur Tengah dapat dianalisis dalam tiga hal: pertama, konflik antara negara-negara Arab dengan Israel. Kedua, konflik dalam internal Negara Arab. Ketiga, konflik negara-negara non Arab di Wilayah Timur Tengah.Krisis politik ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: pertama, masalah perbatasan(boundary dispute). Pada tahun 1916, melalui perjanjian Sykes-Picot, Inggris dan Perancis melakukan negoisasi membagi bekas wilayah Turki Utsmani; Irak, Libanon, Suriah, dan Yordania. Kedua, Masalah Minyak. Minyak menjadi salah satu faktor munculnya isu sentral yang sangat sensitif dan selalu menjadi pemicu adanya konflik di TimurTengah. Ketiga, Masalah Air. Air menjadi salah satu sumber vital kehidupan manusia, sehingga banyak sekali konflik yang terjadi di kawasan Timur-Tengah yang disebabkankan oleh air. Sedangkan fundamentalisme dan radikalisme agama di Timur Tengah dapat diklasifikasikan dalam beberapa kategori. Pertama, negara-negara yang rezim pemerintahnya otoriter seperti Irak dan Suriah. Kedua, wilayah yang dijajah dan diduduki kekuatan asing, seperti di Palestina. Ketiga, di negara yang kebijakan pemerintahannya dipandang terlalu memihak ke Barat seperti di Mesir.


Keywords


Fundamentalisme; Radikalisme; Krisis Politik; Timur Tengah

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman, D. (2007). Metodologi Penelitian Sejarah. Jogjakarta: Ar-Ruz Media.

Abdurrahman, M. (2003). Geliat Irak Menuju Era Pasca Saddam. Jakarta: Penerbit Kompas Media Nusantara.

Al-‘Aqqad, A. M. (1986). Arrahalah Abdurrahman al-Kawakibi. Cairo: Dar Nahdhah Mishr li at-Tabaah wa an-Nashr.

Al-Jabiri, M. A. (1996). Addîn wa ad-Daulah wa Tathbîq as-Syarî’ah. Markaz Dirâsah al-Wihdah al-‘Arabiyah.

Al-Qardawi, Y. (1980). al-Hulûl al-Mustauradah Waqâif Janât ‘ala Ummatina. Beirut: Muassasah a-Risâlah.

Armstrong, K. (2001). The Batle for God, (Terj. Satrio Wahono dkk.) Berperang Demi Tuhan. Bandung: Mizan.

Azra, A. (1996). Pergolakan Politik Islam; dari Fundamentalisme, Modernisme hingga Post-Modernisme. Jakarta: Paramadina.

Bannerman, P. (1988). Islam and Perspective: A Guide to Islamic Society, Politics and Law. London: Routledge.

Binder, L. (1961). Religion and Politics in Pakistan. Berkeley and Los Angeles: The University of California Press.

Giddens, A. (1987). The Nation-State and Violence. Berkeley: University of California Press.

Jatmika, S. (2013). The Arab Spring 2010: Puncak Gunung Es Krisis Politik di Kawasan Timur Tengah. Jurnal Hubungan Internasional, 2(2).

Kasdi, A. (2001). Membangun Peradaban Umat; Perspektif Sosial, Politik dan Humanisme dalam Islam. Cairo: Lakpesdam Mesir.

Kasdi, A. (2002). Fundamentalisme Islam Timur Tengah: Akar Teologi, Kritik Wacana dan Politisasi Agama. Jurnal Tashwirul Afkar, (13).

Lenezowski, G. (1993). The Middle East in World Affairs (Terj. Asgar Bixby), Timur Tengah di Tengah Kancah Dunia. Bandung: Sinar Baru Al-Gesindo.

Lipson, L. (1993). The Ethical Crises of Civilization: Moral Melthdown or Advance. Newbury and London: Sage Publication.

Moris, M. E. (1997). Water and Conflict in the middle East: Threats and Opportunities; Studies in Conflict & Terrorism, 20.

Muhajir, N. (1994). Metodologi Penelitian Kualitattif. Yogyakarta: Rieke Sarasin.

Neuman, W. L. (1997). Social Methods, Qualitative and Quantitative Approachs. Buston: Ally and Bacon.

Rahman, F. (1979). Islam and Modernity, An Intelectual Transformation. Minneapolis: Bibliotheca Islamica.

Ruslin, I. T. (2013). Memetakan Konflik di Timur Tengah; Tinjauan Geografi Politik. Jurnal Politik Profetik, 1(1).

Sahrasad, H., & al-Chaidar. (2017). Fundamentalisme, Terorisme dan Radikalisme; Perspektif atas Agama, Masyarakat dan Negara. Jakarta: Freedom Foundation.

Sharabi, H. (1988). Nepatriarchy: A Theory of Distorted Change in Arab Society. New York: Oxford University Press.

Sihbudi, R. (2007). Menyandera Timur Tengah. Bandung: Mizan.

Starr, J. (1992). Water Politics in the Middle East. Majalah Middle East.

Sugiono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alafabeta.

Sya’ban, M. (1998). Al-Ahram.

Taylor, A. R. (1988). The Islamic Question in Middle East Politics. London: Westview.

The Middle East. (1990).

Tibi, B. (1988). The Crisis of Modern Islam: A Preindustrial Culture in The Scientific: Technological Age. Salt Lake City: The University of Utah Press.

Tibi, B. (2000). The Challenge of Fundamentalisme: Political Islam and the New World Disorder, (Terj. Imron Rosyidi, dkk.), Ancaman Fundamentalisme Islam. Yogyakarta: Tiara Wacana.




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/jp.v12i2.4155

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JURNAL PENELITIAN

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 


Indexed by

Image result for IPIImage result for ESJI