Open Journal Systems

PEMIKIRAN HADIS MISOGINIS FATIMA MERNISSI: Tawaran Pemahaman Feminisme dalam Hadis di Media Kontemporer

Abdullah Hanafi

Abstract

Tidak dipungkiri bahwa tradisi pemikiran hadis yang selama ini menjadi fokus perbincangan di dunia akademik baik formal maupun non-formal ternyata tidak mengalami stagnasi hanya pada kajian teks saja. Tentunya penawaran diskursus pemikiran yang pariatif akan selalu memunculkan dinamika untuk menghadirkan eksistensi hadis sesuai dengan konteksnya. Hal ini wajar karena kajian ini tidak hanya menawarkan kajian teks saja namun juga kontekstualisasi pemaknaan hadis yang bisa saja sangat subyektif dari para interpreter dengan dalih agar realitas teks bisa hidup dalam problematika manusia yang juga berjalan beriringan.Tulisan ini salah satunya bertujuan melakukan kajian pemikiran tokoh terhadap hadis yaitu Fatima Mernissi, mengenai konsep dan metode pemikirannya dalam hadis. 

Keywords


Tidak dipungkiri bahwa tradisi pemikiran hadis yang selama ini menjadi fokus perbincangan di dunia akademik baik formal maupun non-formal ternyata tidak mengalami stagnasi hanya pada kajian teks saja. Tentunya penawaran diskursus pemikiran yang pariatif a

References


Abu Rayyah, Mahmud. Adwa ala al-Sunnah al-Muhammadiyah(tp: Matba’ah Dar al-Ta’lif. 1958.

Abu Zahrah, Muhammad. T.t Usul al-Fiqh. Beirut: Dar al-Fir al-Arabi.

Ahmad, Laila. Women and Gender in Islam. Michigan Yale University Press. 1992.

Enginer, Asghar Ali. Hak-Hak Perempuan dalam Islam. Terj. Farid Wajdi dan Cici Farha Assegaf.Yogyakarta: Bentang. 1994.

Ismail, M Syuhudi. Hadis Nabi Yang Tekstual dan Kontekstual: Telaah Ma’anil Hadis tentang Ajaran Islam yang Universal, Temporal dan Lokal. Jakarta : Bulan Bintang. 1994.

Khalaf, Abdul Wahab. Ilmu Ushulul Fiqh, terj. Masdar Hilmy. Bandung: Gema Risalah Press). 1996.

Kurzman, Charles.Wacana Islam Liberal; Pemikiran islam Kontemporer Tentang Isu-Isu Global. Terj. tp. Jakarta: Paramadina. 2001.

Mernissi, Fatima.. Beyond The Veil; Male-Female dynamic in Modern Muslim Society. New York: Jhon Wiley and Sons. 1975.

______________. Islam dan Ketakutan Demokrasi. Terj. Tp. Yogyakarta: Lkis.

______________. Wanita di dalam Islam. Terj. Yaziar Radianti. Bandung: Pustaka. 1994.

______________. Teras Terlarang; Kisah Masa Kecil Seorang Feminis Muslim. Terj.Ahmad Baiquni. Bandung: Mizan. 1999.

Najwah, Nurun. Ilmu Ma’anil Hadis, Metode Pemahaman Hadis Nabi Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Cahaya Pustaka. 2008

Riffat Hasan dan Fatima Mernissi. Setara di Hadapan Allah; Relasi Perempuan dan Laki-Laki dalm Tradisi Islam Pasca Patriarkhi. Terj. Team LSPPA. Yogyaarta:SPPA. 1995.

Shadily, Hasan. Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta: Gramedia. 1996.

Tasrif, Muhammad. Kajian Hadis di Indonesia; Sejarah dan Pemikiran. Ponorogo: STAIN Ponorogo Press. 2007.

Azami, M. Mustafa, Hadis Nabidan Sejarah Kodifikasinya, Terj. Ali Mustafa Yakub. Jakarta: Pustaka Firdaus. 1994.

Najwah, Nurun, “Telaah Kritis Terhadap Hadis-Hadis Misoginis “dalamjurnalEsensia. Vol. 4, No.. 2 (2003).

Muhibbin. Hadis-Hadis Politik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1996.

Abbas, Hasyim. Kritik Matan Hadis Versi Muhaddisin dan Fukaha. Yogyakarta: Teras, 2004.

Ali, Nizar. Memahami Hadis Nabi; Metode dan Pendekatan. Yogyakarta: CESAD. 2001.

Kemenag RI, al-Quran dan Terjemahnya. Semarang: Karya Toha Putra. tt.

Khalil, A. Munawar. Kembali kepada al-Quran dan Sunah: Sebuah Mukadimah bagi Hadis Pilihan. 1969.

Ashiedieqiy. TM. Hasbi. Problematika Hadis Sebagai Dasar Hukum Islam. Jakarta: Bulan Bintang. 1964.

Ashiedieqiy. TM. Hasbi. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis. Jakarta: Bulan Bintang. 1960.

Ilyas, Yunahar. Dan M. Mas’udi. (ed). Pengembangan Pemikiran Terhadap Hadis. Yogyakarta: LPPI Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. 1996.

Al-Adlabiy, Shalah al-Din ibn Ahmad. Manhaj Naqd al-Matn ‘Inda Ulama al-Hadis al-Nabawiy. Beirut : Dar al-Afaq al-Jadidah. 1983.


Full Text: PDF

DOI: 10.21043/riwayah.v4i2.4624

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.