OKSIDENTALISME SEBAGAI PILAR PEMBAHARUAN (Telaah terhadap Pemikiran Hassan Hanafi)

Abdurrohman Kasdi dan Umma Farida

Abstract


Oksidentalisme yang diusung oleh Hassan Hanafi memperjuangkan netralitas perspektif antara ego (Timur) dengan the other (Barat). Relasi keduanya harus dibongkar dari hierarkinya yang superior dan inferior menuju model dialektika yang berimbang. Bukan untuk saling dibenturkan, melainkan hubungan dialektis yang saling mengisi dan melakukan kritik antara yang satu dengan yang lain, sehingga terhindar dari relasi yang hegemonik dan dominatif dari dunia Barat atas dunia Timur.

Sejatinya, oksidentalisme ini memiliki keterkaitan erat dengan tiga pilar pembaharuan versi Hanafi, yaitu sikap kita terhadap tradisi lama, sikap kita terhadap tradisi Barat, dan sikap kita terhadap realitas. Tulisan ini mencoba mengungkap oksidentalisme yang merupakan sikap kita terhadap tradisi barat sebagai salah satu pilar pembaharuan.

Kata Kunci: Oksidentalisme, Pilar Pembaharuan, Timur, Barat, Tradisi, Realitas


References


Hassan Hanafi, Oksidentalisme: Sikap Kita terhadap Tradisi

Barat, terj. M. Najib Buchori, (Jakarta: Paramadina, 2000).

Nurcholis Madjid, Kaki Langit Peradaban Islam, (Jakarta: Paramadina, 1997).

Edward W. Said, Orientalisme: Menggugat Hegemoni Barat dan Mendudukkan Timur sebagai Subjek, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010).

Moh. Natsir Mahmud, Orientalisme al-Quran di Mata Barat: Sebuah Studi Evaluatif, (Semarang: Dimas, t.t).

Muhammad Abid al-Jabiri, Post Tradisionalisme Islam, terj. A.

Baso (Yogyakarta: LKiS, 2000), hlm. 11.

Michael Foucault, Power Knowledge: Selected Interviews and

Other Writings 1972-1977, (The Haervester Press, 1980)

http://ediakhiles.blogspot.com/2011/10/oksidentalisme-dalam- wacana-dialog.html




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/fikrah.v1i2.540

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)