Open Journal Systems

Konseling Religiusitas Untuk Meningkatan Efikasi Diri (Self Efficacy) Bagi Warga Binaan Lapas (WBL) Kelas II A Yogyakarta

Susi Arum Wahyuni

Abstract

Predikat/ notabene sebagai seorang narapidana/ sering disebut sebagai Warga Binaan Lapas (WBL) telah membuat mereka merasa malu, tidak percaya diri, minder, pesimis, bahkan menjadikan sebuah tekanan tersendiri bagi mereka, tidak jarang bagi mereka merasa frustasi yang berat. Hal tersebut menjadi sebuah beban/tekanan tersendiri bagi seorang narapidana/WBL untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat. Dalam permasalahan ini memiliki efikasi diri yang baik sangat dibutuhkan bagi seorang narapidana untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat.. Dengan kata lain, efikasi diri yang bagus merupakan alat kontrol bagi sikap dan perilaku seseorang. Termasuk di sini adalah para mantan narapidana/WBL.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif, serta menggunakan dua jenis data yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung dari penelitian lapangan terhadap responden, sedangkan data sekunder diperoleh melalui berbagai macam referensi, hasil penelitian dan surat-surat keputusan yang berhubungan dengan masalah yang di bahas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisa data yang digunakan adalah dengan menggunakan penelitian dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya konselor/ wali dalam meningkatkan efikasi diri bagi WBL Kelas II A Yogyakarta. Subyek dalam penelitian ini adalah Konselor/ Wali dan Narapidana/WBL. Obyek  dalam penelitian ini adalah upaya konselor dalam  meningkatkan efikasi diri bagi WBL yang akan keluar dan kembali ke tengah-tengah masyarakat.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya konselor/wali dalam meningkatkan efikasi diri bagi WBL Kelas II A Yogyakarta yaitu dengan 1) Metode Penyesuaian, 2) Metode Kedinamisan, 3)Metode Spiritual (Spiritualism Method), 4) Client Centered Method (Non directive approach).

Keywords


Konseling Religiusitas, Efikasi Diri

References


Daniaty, Amirah, Jurnal Urgensi Teori Konseling dan Perspektifnya dalam Islam Menjawab Tuntutan Konseling Religius di Masa Depan, (Jurnal Al-Ta’lim, Jilid 1, Nomor 4 Februari 2013)

Miftahun Ni’mah Suseno, Pengaruh Pelatihan Komunikasi Interpersonal Terhadap Efikasi Diri sebagai Pelatih pada Mahasiswa, (Yogyakarta: Ash-Shaff, 2012)

Ahmad, Nur, Terapi Terhadap Pengidap Penyakit Manusia Modern, (Jurnal Konseling Religi, Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam), Volume 5, No. 1, Juni 2014

Rofiqah, Tamama, Konseling Religius: Mengatasi Rasa Kecemasan dengan Mengadopsi Terapi Zikir Berbasis Religiopsikoneuroimunologi, (Jurnal Kopasta, 3 (2), 2016)

Saiful Akhyar, Konseling Islami, (Yogyakarta: eLSAQ Press, 2007)

Sudarwan Denim, Menjadi Peneliti Kualitatif (Bandung:Pustaka Setia, 2002)

Thohir, Ahmud, Konseling Islam dengan Terapi Rasional Emotif Behavior untuk Mengubah Wanita Penyanyi Cafe yang Suka Minum Minuman Keras, (Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, Volume 03, No. 02, 2013)

Zainal Aqib, Ikhtisar Bimbingan dan Konseling diSekolah (Bandung: Yrama Widya, 2012)


Full Text: PDF

DOI: 10.21043/esoterik.v3i1.2819

How To Cite This :