Urgensi Berbahasa Santun sejak Usia Dini

Moh. Rosyid

Abstract


Kelisanan (orality) dan keaksaraan (literacy) merupakan dinamika pengguna bahasa dalam berinteraksi. Hal utama yang harus mendapat perhatian ekstra oleh pengguna bahasa sejak usia dini adalah penggunaan bahasa yang santun. Kesantunan diukur dengan penuturan/penulisan yang tidak menyinggung perasaan pendengar atau pembaca, menggunakan tuturan tidak langsung yang biasanya terasa lebih santun bila dibandingkan dengan tuturan yang diungkapkan secara langsung, pemakaian bahasa dengan kata kias terasa lebih santun bila dibandingkan dengan kata lugas, ungkapan memakai gaya bahasa penghalus terasa lebih santun dibandingkan dengan ungkapan biasa, kesantunan berujar dapat dilihat dari penggunaan dua hal, yakni pilihan kata (diksi) atau ketepatan pemakaian kata dan gaya bahasa. Pengguna bahasa khususnya tulis sedari dini dikenalkan hal mendasar meliputi fonetik, semantik, sintaksis, morfologi, pragmatik, dan wacana. Kajian ini sebagai dasar memahami kaidah bahasa agar menjadi pengguna bahasa yang baik dan benar. Muatan tersebut tujuan utamanya adalah mewujudkan pengguna bahasa yang santun sebagai ciri manusia berbudaya dan munculnya penghormatan dari pihak lain karena kesantunannya berbahasa itu sendiri.

Keywords


santun, komunikatif, dan taat azas

References


Alwasilah, A. Chaedar. 1990. Linguistik suatu Pengantar. Angkasa: Bandung.

Aminuddin. 2001. Semantik Pengantar Studi tentang Makna. Sinar Baru Algensindo: Bandung.

Chaer, Abdul. 1990. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Rineka Cipta: Bandung.

--------2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Rineka Cipta: Bandung.

Djajasudarma, T.Fatimah. 1999. Semantik 2 Pemahaman Ilmu Makna. Refika: Bandung.

Doyin, Mukh dan Wagiran. 2009. Bahasa Indonesia Pengantar Penulisan Karya Ilmiah. Unnes Press: Semarang.

Ensiklopedi Nasional Indonesia (ENI). 2004. Jilid IX.

Jumanto. Antara Kesantunan dan Keakraban. Suara Merdeka, 3 Desember 2014.

----- Humaniora Digital dan Kesantunan. Suara Merdeka, 26 Januari 2015.

Kinayati. 2006. Filsafat Bahasa. Pustaka: Yogyakarta.

Mahsun. 1995. Dialektologi Diakronis sebuah Pengantar. UGM Press: Yogyakarta.

Marsono. 1999. Fonetik. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.

Nadra dan Reniwati. Dialektologi Teori dan Metode. Elmatera Publishing: Yogyakarta. 2009.

Putrayasa, Ida Bagus. 2008. Kajian Morfologi (Bentuk Derivasional dan Infleksional). Refika Aditama: Bandung.

Pranowo. Berbahasa secara Santun. Pustaka Pelajar: Yogyakarta. 2009.

Rustono. 1999. Pokok-Pokok Pragmatik. IKIP Semarang Press: Semarang.

Rahardi, R. Kunjana. Selamatkan Bahasa Jawa!. Kompas, 21 Februari. 2009.

Rosyid, Moh. 2003. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Unnes Press: Semarang.

Sabarianto, Dirgo. 2001. Kebakuan dan Ketidakbakuan Kalimat dalam Bahasa Indonesia. Mitra Gama Widya: Yogyakarta.

Sudaryat, Yayat. 2009. Makna dalam Wacana Prinsip-prinsip Semantik dan Pragmatik. Yrama Widya: Bandung.

Tarigan, Henry Guntur. 1986. Pengajaran Sintaksis. Angkasa: Bandung.

Wijana, I. Dewa Putu. 1996. Dasar-Dasar Pragmatik. Andi: Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.21043/thufula.v4i2.2042

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

  http://journal.stainkudus.ac.id/indexing/17.jpg http://journal.stainkudus.ac.id/indexing/19.jpg

 

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional